Foto Pertama Lubang Hitam, Kisah di Balik Keberhasilan Mendapatkannya

Kompas.com - 11/04/2019, 13:28 WIB
Foto pertama lubang hitam yang didapatkan lewat observasi dengan Event Horizon Telescope (EHT)EHT Foto pertama lubang hitam yang didapatkan lewat observasi dengan Event Horizon Telescope (EHT)

Oleh Premana W Premadi*

KOMPAS.com - Adanya Lubang Hitam di alam semesta, seperti diteorikan oleh fisikawan Albert Einstein sekitar satu abad lalu, akhirnya terbukti.

Pada 10 April 2019, pukul 20.00 WIB (15.00 waktu Brussel), tim ilmuwan astronomi internasional yang tergabung dalam Event Horizon Telescope (EHT) menggelar konferensi pers serentak untuk menunjukkan kepada dunia sebuah temuan bersejarah dalam sains: mereka mendapatkan foto pertama Lubang Hitam (Black Hole) dan bayangannya.

Lebih dari 200 ilmuwan tergabung dalam tim ini, menggunakan delapan teleskop selama dua dekade terakhir, membuktikan Teori Relativitas Umum Einstein yang terkenal itu. Selain di Belgia, enam konferensi pers digelar secara simultan di Santiago Chile, Shanghai Cina, Tokyo Jepang, Taipei, dan Washington, D.C. untuk menyampaikan kebenaran sains tersebut.

Mereka membuktikan bahwa event horizon (cakrawala kejadian) Lubang Hitam memang ada dan profilnya seperti yang diprediksi oleh teori Einstein. “Kami telah melihat apa yang kami pikir dulu tidak dapat dilihat,” kata Sheperd Doeleman, Direktur Proyek EHT Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics dalam konferensi pers di Washington, D.C.

Objek eksotik

Lubang Hitam ini berada 55 juta tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa 6,5 miliar kali Matahari. Lubang Hitam adalah objek eksotik alam semesta yang mungkin paling terkenal tapi paling sedikit dipahami. Penjelasan klasik untuk Lubang Hitam adalah ia obyek dengan potensial gravitasi diri teramat besar sehingga seluruh massanya runtuh pada satu titik singularitas. Apa pun yang berada terlalu dekat dengannya, termasuk cahaya, tak akan lepas dari tarikan gravitasinya. Karena itu, Lubang Hitam itu hitam atau gelap, karena tak ada cahaya yang keluar atau terpantul darinya.

Tim Event Horizon Telescope (EHT) menemukan bayangan horizon Lubang Hitam maha raksasa bermassa sekitar enam miliar kali massa Matahari yang berada di pusat di galaksi M87. Profil citranya persis seperti yang diprediksi oleh Teori Relativitas Umum Einstein menjadi satu lagi pembenaran teori gravitasi Einstein tersebut dalam domain gravitasi yang amat kuat.

Baca juga: Setelah 2,5 Abad, Wajah Lubang Hitam Akhirnya Terungkap. Ini Fotonya...

Lubang Hitam tak dapat dilihat langsung, tapi keberadaannya bisa diduga dari perilaku obyek-obyek dan fenomena fisis ekstrem di sekitarnya. Salah satunya adalah pasangan jet yang keluar dari pusat piringan akresi ke dua arah yang berlawanan. Demikian kuatnya dorongan jet hingga dapat melontarkan massa sampai jauh keluar galaksi induknya.

Pengamatan langsung Lubang Hitam didorong oleh hasil simulasi komputer yang menggambarkan kemungkinan perilaku cahaya yang melintas dekat event horizon (cakrawala kejadian), tapi tidak melewati event horizon itu (apa pun yang masuk event horizon tak dapat keluar lagi). Simulasi menunjukkan lintasan-lintasan cahaya membentuk cincin yang berputar di sekeliling event horizon yang gelap. Semakin besar massa Lubang Hitam-nya semakin besar radius event horizonnya. Berdasarkan petunjuk simulasi ini dirancang sebuah metode untuk mengamatinya.

Event Horizon Telescope merupakan suatu sistem pengamatan pada panjang gelombang submilimeter dengan memanfaatkan beberapa antena submilimeter yang ada di permukaan Bumi yang membentuk Very Long Base Line Interferometry. Jaringan teleskop-teleskop ini secara efektif memperluas area tangkapan foton-foton dari seputar event horizon dan dapat meresolusi bentangan fisis event horizon tersebut.

Dulu tak terpikirkan

Halaman:



Close Ads X