Dua Fenomena Gerhana Matahari di Mars Diabadikan Robot Curiosity

Kompas.com - 08/04/2019, 17:37 WIB
Fenomena gerhana matahari Deimos (salah satu bulan Mars) yang ditangkap rover Curiosity pada 17 Maret 2019. Fenomena gerhana matahari Deimos (salah satu bulan Mars) yang ditangkap rover Curiosity pada 17 Maret 2019.

KOMPAS.com - Bulan lalu fenomena gerhana Matahari di Mars tertangkap Mast Camera (Mastcam) milik robot penjelajah Curiosity. Kamera yang dibekali NASA itu memungkinkan Curiosity menatap Matahari secara langsung.

Seperti kita tahu, Mars juga memiliki satelit seperti halnya satelit bulan yang dimiliki Bumi.

Kedua bulan Mars itu bernama Phobos dan Deimos. Phobos memiliki diameter sekitar 26 kilometer, sementara Deimos ukuran diameternya lebih pendek hanya 16 kilometer.

Ada dua fenomena gerhana matahari yang muncul di Mars dan semuanya berlangsung dalam kurun waktu berdekatan.

Baca juga: Mungkinkah Manusia Akan Mengungsi ke Planet Mars?

Melansir situs resmi yang khusus diperuntukkan NASA untuk Mars ( mars.nasa.gov), terungkap bahwa fenomena gerhana matahari pada Deimos terjadi pada 17 Maret 2019 dan gerhana matahari pada Phobos terjadi pada 26 Maret 2019.

Karena ukuran Deimos sangat kecil dibanding piringan Matahari, para ilmuwan menyebut fenomena itu sebagai transit Melansir.

Sedangkan pada Phobos, bayangan tidak sepenuhnya menutupi Matahari. Oleh sebab itu, fenomena ini dianggap sebagai gerhana annular yang dapat dilihat penampakannya di bawah ini.

Selain dua hal tersebut, Navigation Camera (Navcam) milik Curiosity juga menangkap momen ketika bayangan Phobos melewati rover Curiosity dan untuk beberapa saat semuanya gelap. Kejadian ini terjadi sehari sebelum gerhana annular terjadi, atau tepatnya pada 25 Maret 2019.

Peristiwa gerhana matahari di Mars sebenarnya bukan hal baru. Hal ini sudah berkali-kali dilihat Curiosity dan rover penjelajah lain di masa lalu.

Meski begitu, hal ini tetap menakjubkan dan dapat membantu para ilmuwan menyempurnakan pemahaman tentang orbit kedua satelit Mars.

Menurut Mark Lemmon dari Universitas A&M Texas, College Station, rekan peneliti untuk Mastcam, sebelum Spirit dan Opportunity mendarat di Mars pada 2004, ada banyak keabu-abuan tentang orbit kedua bulan Mars.

"Lebih banyak pengamatan dari waktu ke waktu akan membantu menentukan orbit satelit dnegan lebih rinci," ujar Lemmon.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber NASA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X