Mungkinkah Manusia Akan Mengungsi ke Planet Mars?

Kompas.com - 04/04/2019, 14:07 WIB
Rancangan rumah Mars milik NASA NASARancangan rumah Mars milik NASA

KOMPAS.com - "Pasang sabuk pengaman kalian. Kita akan terbang ke planet Mars. Bukan hanya beberapa orang astronot, tapi ribuan orang akan membuka koloni baru di Mars," kata Stephen Petranek, wartawan Amerika yang menulis buku berjudul "How We’ll Live on Mars".

Katanya, sebagian dari manusia yang hidup kini nantinya akan tinggal di Mars. Tapi kalau tidak, ia yakin anak-anak mereka pastilah akan terbang dan tinggal di planet Merah itu.

Tapi banyak orang bertanya-tanya, mengapa kita harus pergi ke planet Mars?

"Sebuah asteroid besar yang menabrak bumi akan memusnahkan semua kehidupan di planet ini. Kalau manusia ingin terus bertahan sebagai spesies, kita harus berusaha mencari planet lain," kata Petranek.

Baca juga: Ilmuwan Mengkonfirmasi Keberadaan Metana di Planet Mars

Tabrakan seperti itu pernah terjadi 65 juta tahun lalu dan memusnahkan semua dinosaurus dan banyak jenis kehidupan lain. Coba bayangkan, kata Petranek, kalau hal itu terjadi lagi, semua pencapaian dan sukses yang diperoleh manusia selama ini akan hilang lenyap.

Sifat Menjelajah Manusia

Tapi, katanya, ada alasan lain yang lebih penting untuk pergi ke Mars, yaitu manusia punya sifat untuk mencari dan menjelajah tempat-tempat baru.

"Dua juta tahun yang lalu, manusia muncul dari proses evolusi di Afrika, dan kemudian, secara perlahan tapi pasti menyebar ke seluruh dunia. Ini dilakukan karena nenek moyang kita itu berusaha mencari tempat-tempat baru yang lebih banyak sumber alamnya," ujar Petranek.

Banyak kemajuan dalam bidang sains dan teknologi diperoleh saat ini karena manusia terus berusaha menjelajah kawasan baru dan mencari cara-cara hidup yang baru pula.

" Planet Mars besarnya kurang dari separuh ukuran bumi. Tapi walaupun begitu, seluruh permukaan Mars yang bisa kita kunjungi, sama luasnya dengan seluruh daratan yang ada di bumi," kata Petranek.

Atmosfer di planet Mars sangat tipis, yaitu seper-seratus dari atmosfer bumi. Tak hanya itu, atmosfer planet merah itu juga terdiri dari 96 persen gas karbon dioksida, yang tidak bisa dipakai untuk bernapas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X