Jupiter Akan "Berbalik Arah", Apakah Ada Efek Bagi Bumi?

Kompas.com - 04/04/2019, 20:50 WIB
Planet Jupiter NASA/SwRI/MSSS/Gerald Eichstädt/Seán DoranPlanet Jupiter

"Sehingga tidak ada dampak secara fisik terhadap Bumi.

Dampak yang terjadi lebih pada aspek kultural," sambungnya.

Baca juga: Astronom Jepang Mengaku Temukan Lubang Hitam Seukuran Jupiter

Sempat Membingungkan Galileo Galilei

Meski begitu, dia mengisahkan gerak "berbalik arah" Jupiter ini sempat membingungkan Galileo Galilei. Marufin menyebut sebenarnya Galileo adalah orang pertama yang menemukan Neptunus pada Desember 1612 .

Saat itu, Galileo hanya menggunakan teleskop panggungnya yang kecil.

"Pada Desember 1612 dan Januari 1613 Galileo Galilei mensketsa posisi Jupiter dan (yang dianggap) bintang-bintang tetap di latar belakangnya. Satu bintang yang digambar Galileo sesungguhnya adalah Neptunus, yang kedudukannya saat itu berdekatan dengan Jupiter," kisah Marufin.

"Namun Galileo gagal mengidentifikasi Neptunus, karena Neptunus saat itu sedang berkedudukan stasioner di langit karena sedang menjalani awal gerak retrograde semunya," imbuhnya.

Ini membuat dalam dua sketsa Galileo yang berselisih waktu sebulan itu, posisi bintang tetap yang adalah Neptunus relatif tak bergeser terhadap Jupiter.

"Butuh waktu hampir dua setengah abad kemudian, setelah diselingi penemuan Uranus dan gerak orbitalnya yang anomalik, sebelum Neptunus kembali dilihat dan diidentifikasi sebagai planet," tegas Marufin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X