Jupiter Akan "Berbalik Arah", Apakah Ada Efek Bagi Bumi?

Kompas.com - 04/04/2019, 20:50 WIB
Planet Jupiter NASA/SwRI/MSSS/Gerald Eichstädt/Seán DoranPlanet Jupiter

"Saat oposisi terjadi, maka Matahari, Bumi dan satu planet luar itu berada dalam satu garis lurus, sehingga jika disaksikan dari Bumi kita elongasi (sudut) planet tersebut akan di sekitar 180 derajat terhadap Matahari," kata Marufin.

Dia menegaskan, posisi oposisi ini identik dengan posisi Bulan relatif teradap Matahari pada saat Purnama.

"Gerak retrograde semu terjadi manakala Bumi menyusuri orbit ellipsnya dengan kecepatan lebih tinggi dibanding planet-planet luar karena radius rata-rata orbitnya lebih kecil," ujar Marufin.

Baca juga: Eksplorasi Jupiter, Ilmuwan Siap Luncurkan Wahana ke Europa pada 2023

Marufin mencontohkan para gerak retrograde semu Jupiter. Menurutnya, pada satu rentang waktu tertentu Bumi telah menyusuri setengah dari orbitnya, namun Jupiter baru menyusuri kurang dari seperempat orbitnya.

"Sebelum terjadinya oposisi Jupiter, kita akan menyaksikan bintik terang Jupiter di langit bergerak semu relatif terhadap bintang-bintang di latar belakangnya. Sehingga jika dilihat pada jam yang sama posisinya dari hari ke hari akan berubah menjadi semakin ke timur dengan kecepatan perubahan konstan," tutur Marufin.

"Menjelang oposisi terjadi, perubahan posisi Jupiter mulai melambat untuk kemudian seakan berhenti (stasioner), lalu berbalik arah ke barat hingga oposisi terjadi. Selepas oposisi, Jupiter masih berubah posisi ke arah barat dari hari ke hari namun kian melambat hingga kembali seakan berhenti (stasioner) untuk kemudian berbalik menjadi berubah posisi kembali ke arah timur," tambahnya.

Perubahan posisi Jupiter dengan seakan berbalik arah ke barat dari hari ke hari menjelang dan pasca oposisi inilah yang merupakan gerak retrograde semu.

Efek Pada Bumi

Marufin menuturkan bahwa tidak ada efek secara langsung bagi bumi dengan fenomena retrograde semu Jupiter pada 10 April mendatang.

"Gerak retrograde semu bukanlah gerak yang sesungguhnya. Ini hanyalah efek visual akibat gerak relatif Bumi dan planet-planet dalam mengelilingi Matahari dengan kecepatan geraknya masing-masing yang berbeda-beda," kata Marufin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X