Kompas.com - 31/03/2019, 17:45 WIB
dr. Imelda Maria Loho, Sp. PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RS Pondok Indah ? Puri Indah RS Pondok Indahdr. Imelda Maria Loho, Sp. PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RS Pondok Indah ? Puri Indah

Iritasi terus menerus pada kerongkongan selama bertahun-tahun pada akhirnya dapat menyebabkan kanker esofagus.

Untuk mengatasi refluks asam lambung, terdapat obat-obat yang dapat menekan asam lambung.

Akan tetapi, obat ini bukan solusi utama. Perubahan pola hidup dan pola makan merupakan solusi yang terbaik. Hentikan makan sebelum tidur.

Baca juga: Halo Prof! Berbahayakah Pendarahan Seusai Olahraga?

Makanan yang tinggi lemak, pedas, atau makanan yang digoreng dapat menyebabkan refluks karena dapat menyebabkan relaksasi katup antara lambung dan kerongkongan yang tugasnya mencegah refluks asam lambung.

Di samping itu, makanan tinggi lemak memerlukan waktu pengolahan yang lebih lama di dalam lambung sehingga kemungkinan asam lambung naik ke kerongkongan juga lebih besar.

Beberapa makanan lain yang dapat memicu refluks asam lambung adalah coklat, keju, alkohol, soda, dan mint.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nasi goreng dan mie instan termasuk dalam makanan yang tinggi lemak. Jadi benar bahwa kebiasaan makan kedua makanan ini di malam hari dapat memicu naiknya asam lambung.

Oleh karena itu, yang dianjurkan adalah makan malam terakhir tiga jam sebelum waktu tidur.

Baca juga: Halo Prof! Bagaimana Cara Mengatasi Sakit karena Asam Urat?

Bagaimana caranya agar kita dapat makan malam terakhir tiga jam sebelum waktu tidur? Biasakan untuk sarapan pagi dan makan siang dengan porsi yang lebih besar dibandingkan makan malam. Dengan demikian, pada malam hari kita tidak terlalu lapar dan tidak mengkonsumsi makanan dalam porsi yang besar.

Akan tetapi, apabila karena tuntutan pekerjaan, makan di larut malam menjadi tidak terhindarkan, makanan apa yang paling baik dikonsumsi apabila kita lapar?

Makanan dengan kandungan lemak rendah dan porsi yang kecil adalah pilihan yang terbaik. Contohnya adalah yoghurt rendah lemak, biskuit/crackers gandum, sayuran, pisang, roti, atau daging putih seperti ayam dan ikan, serta nasi (dalam porsi kecil).

Demikian jawaban saya. Mudah-mudahan uraian saya dapat menjawab pertanyaan Pak Ilham, ya. Salam sehat!

dr. Imelda Maria Loho, Sp. PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RS Pondok Indah – Puri Indah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X