Peringatan Earth Hour, 4 Sumber Energi Ini Juga Bisa Selamatkan Bumi

Kompas.com - 30/03/2019, 19:01 WIB
Pemadaman lampu di Marina Bay dan resor di Singapura dalam kampanye lingkungan Earth Hour, Sabtu (24/3/2018). (AFP/Roslan Rahman) Pemadaman lampu di Marina Bay dan resor di Singapura dalam kampanye lingkungan Earth Hour, Sabtu (24/3/2018). (AFP/Roslan Rahman)

KOMPAS.com - Anda tentu sudah tidak asing dengan gerakan mematikan lampu selama satu jam di hari sabtu bulan Maret, bukan? Gerakan ini lebih dikenal dengan istilah Earth Hour.

Tahun ini, Earth Hour jatuh pada 30 Maret 2019. Tepatnya, peringatan ini dilakukan selama pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

Melansir dari laman WWF Indonesia via GRID.id, setiap 10 persen dari warga Jakarta yanh turut mematikan lampu saat Earth Hour, energi yang dihemat bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di 900 desa dan menyediakan oksigen untuk 534 orang.

Selain itu, mematikan lampu selama satu jam juga dapat mengurangi 267 ton emisi karbon dioksida (CO2).

Baca juga: Earth Hour, Kegelapan di Ikon Kota Besar Dunia untuk Selamatkan Bumi

Peringatan Earth Hour sendiri merupakan pangkal dari keprihatinan warga dunia adanya perubahan iklim di bumi yang nyaris tak bisa dihindari.

Namun, selain dengan tindakan dari kita, mengurangi emisi gas rumah kaca bisa dilakukan dengan mengganti energi fosil pada energi-energi lain.

Kompas.com mecatat setidaknya ada 4 sumber energi yang bisa digunakan untuk menggantikan energi dari bahan bakar fosil.

1. Panel Surya dan Turbin Angin

Para peneliti menyatakan bahwa hampir tiga perempat negara di dunia dapat menggunakan energi terbarukan pada tahun 2050. Estimasi itu dibuat oleh sekitar 30 ilmuwan berdasarkan kemampuan 139 negara untuk beralih secara 100 persen, dari bahan bakar fosil ke energi angin, air, dan tenaga surya.

"Temuan kami menunjukkan bahwa manfaatnya sangat besar sehingga kita seharusnya mempercepat transisi ke angin, air, dan matahari, dan menghentikan sistem bahan bakar fosil di mana saja yang kita bisa," kata salah satu anggota tim, Mark Delucchi dari University of California, Berkeley.

Dilansir dari Science Alert 24 Agustus 2017, para ilmuwan mencatat perubahan penggunaan energi akan menciptakan 24 juta lapangan pekerjaan baru. Penguranan energi fosil juga dapat mengurangi angka kematian prematur akibat polusi udara sebesar 4,6 juta korban jiwa setiap tahunnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X