Kompas.com - 25/03/2019, 08:55 WIB
Ilustrasi hiu putih besar (Carcharodon carcharias) Ilustrasi hiu putih besar (Carcharodon carcharias)

KOMPAS.com - Penangkapan hiu ilegal masih marak dilakukan nelayan di seluruh dunia. Terbaru, seekor induk hiu yang mengandung 14 bayi ditangkap oleh nelayan lepas pantai Taiwan dan dijual ke perusahaan taxidermy Taiwan dengan harga kurang dari 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 28.330.769.

Gambar-gambar yang ditampilkan dalam pemberitaan media lokal memuat nasib tragis hiu putih besar (Carcharodon carcharias) bersama anak-anaknya yang sulit dipercaya.

Induk hiu itu panjangnya sekitar lima meter, lebih besar dari mobil kota dan mungkin tak pernah diharapkan nelayan ada di jala mereka.

Saat ia ditangkap nelayan dan akhirnya dibunuh, ia masih mengandung ke-14 bayinya. Sayang, mereka tidak bisa hidup karena ikut mati saat induknya terbunuh.

Baca juga: Kali Pertama Ahli Pasang Alat Pelacak ke Tubuh Hiu Biru, Ini Tujuannya

David Ebert, ahli hiu dan direktur Pusat Penelitian Hiu Pasifik di Laboratorium Moss Landing, California mengatakan, menemukan hiu yang sedang hamil 14 bayi adalah rekor untuk spesies ini.

"Sangat jarang menemukan hiu putih hamil. Jadi setidaknya ini dapat didokumentasikan dengan foto," ujar Ebert dilansir Live Science, Jumat (22/3/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari sudut pandang ilmiah, ini adalah sesuatu yang hebat bagi kami ahli biologi. Mengingat sangat sedikit yang bisa dipelajari dari hiu hamil," ungkap George Burgess, ahli biologi kelautan dan direktur emeritus Program Florida untuk Penelitian Hiu di Universitas Florida.

Burgess mengatakan, hiu hamil yang sebelumnya dipelajari memiliki 12 bayi.

Hiu putih besar memiliki dua uterus atau rahim, di sisi kanan dan kiri. Burgess menduga, induk hiu mengantungi tujuh bayi hiu di setiap rahimnya. Bayi-bayi besar yang berwarna hijau kemungkinan memakan telur yang tidak dibuahi.

"Itulah sebabnya mereka besar dan gemuk," kata Burgess.

Meski bayi hiu nampak seperti bayi remaja, bukan berarti mereka siap lahir. Bayi hiu memang nampak seperti anakan hiu sejak dalam kandungan.

Jika anak-anak hiu dapat diukur, para ilmuwan kemungkinan besar dapat memperkirakan umur kehamilan sang induk sebelum dibunuh.

Bagaimana akhir hidup induk hiu masih belum jelas. Burgess menduga, ia ditangkap dengan jala besar yang menangkap semua ikan di daerah itu.

Hiu itu dibeli oleh perusahaan taxidermy laut bernama Taiwan Ocean Art Museum.

"Tebakan saya, siapapun yang membeli hiu itu ingin mengambil rahangnya. Setiap rahang hiu besar bernilai mahal bagi kolektor," kata Burgess.

"Tapi ada yang mengatakan akan dikonsumsi. Hewan itu akan dimanfaatkan sepenuhnya," imbuh dia.

Sebelum hiu itu menjadi santapan, Burgess dan koleganya berusaha menghubungi pembeli untuk meminta sampel jaringan induk hiu agar bisa diteliti.

"Ini menarik bagi kami para ilmuwan karena sekali lagi, menemukan hiu hamil adalah sesuatu yang langka," ujar Burgess.

Baca juga: Viral Temuan Hiu Saat Banjir Sentani, Peneliti LIPI Ungkap Spesiesnya

Populasi hiu putih saat ini terancam punah di seluruh dunia. Spesies ini pun telah diklasifikasikan sebagai spesies rentan punah oleh IUCN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.