Kompas.com - 18/03/2019, 12:21 WIB

KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno cukup menyoroti masalah stunting dalam debat putaran ketiga.

"Sudah secara garis besar dengan program promotif dan preventif," kata Daeng saat dihubungi kantor berita Antara, Minggu malam (17/3/2019).

Daeng menuturkan, cawapres juga menyapaikan lebih spesifik program untuk mengatasi stunting seperti fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan, sanitasi yang baik dan pemberian asupan makanan tambahan bagi anak.

Baca juga: Disinggung dalam Debat Pilpres Ketiga, Apa Itu Stunting dan Dampaknya?

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam debat putaran ketiga berjanji bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widoko-Ma'ruf Amin akan menurunkan tingkat stunting hingga 10 persen.

Daeng mengatakan, sekarang ini angka stunting di Indonesia 30,8 persen. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengharapkan angka stunting di bawah 20 persen.

"Memang ada perbedaan sekitar 10 persen untuk mencapai harapan WHO. Ini tidak mudah dicapai. Perlu kerja keras ekstra keras di bidang kesehatan," ujarnya.

 

Daeng menuturkan untuk penanganan masalah stunting, maka program promotif dan preventif dari awal kehidupan manusia perlu digalakkan khususnya saat kehamilan dan 1.000 hari pertama kehidupan dengan jaminan asupan gizi yang cukup dan tercegah dari terjangkitnya penyakit yang merupakan faktor dominan penyebab stunting.

Baca juga: Beda Pemahaman Stunting antara Sandiaga dan Maruf Amin dalam Debat

Debat putaran ketiga antara cawapres nomor urut 1 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno mengangkat tema Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Sosial dan Budaya.

Pemilihan presiden (pilpres) dan wakil presiden 2019 diikuli dua pasangan calon, yakni nomor urut 01 Joko Widoko-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.