Kompas.com - 15/03/2019, 17:10 WIB
Ilustrasi tidur mendengkur AntonioGuillemIlustrasi tidur mendengkur

Dia melanjutkan, ini tidak benar. Mendengkur dapat menyebabkan Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang jika tidak ditangani dapat berkontribusi pada sejumlah penyakit seperti penyakit jantung, obesitas, dan bahkan impotensi.

Tak Mau ke Dokter

Walaupun masalah tidur sudah dirasa menganggu, sayangnya tidak banyak orang yang mau meminta pertolongan medis atau berkunjung ke dokter. Bahkan, banyak dari mereka yang tidak menganggap tidur sebagai prioritas.

31 responden survei berkata bahwa mereka bersedia untuk mempelajari lebih lanjut tentang tidur dan perawatan untuk meningkatkan kualitas tidur melalui internet, dan 34 persen bersedia menemui spesialis tidur.

Namun, 75 persen berkata bahwa mereka belum menemui dokter dikarenakan berbagai macam alasan, termasuk pertimbangan mengenai biaya konsultasi dan perawatan.

Daripada berkunjung ke dokter, mayoritas responden ditemukan memilih untuk bereksperimen, misalnya dengan membuat jadwal tidur dan bangun (22 persen), menonton televisi (33 persen), mengurangi konsumsi kafein (23 persen), memainkan musik yang menenangkan (24 persen) dan bahkan tidur di lokasi yang berbeda dari pasangannya (17 persen).

Menanggapi hal ini, Dick Bunschoten selaku Presiden Direktur dari Philips Indonesia berkata bahwa kondisi orang-orang di Indonesia yang kurang menangani masalah tidur dengan serius sangat mengkhawatirkan, terutama masalah mendengkur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Bantal, Paling Awal Dibuat dari Batu

Dia pun berkata bahwa Royal Philips berdedikasi dalam mengembangkan solusi yang terbukti secara klinis dapat membantu orang mengatur kesehatan tidur mereka.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Andreas yang berpendapat bahwa pola pikir masyarakat yang berupaya untuk tetap bangun dengan minum kopi dan mengonsumsi vitamin, tanpa memandang bahwa mengantuk di saat cukup tidur adalah sesuatu yang salah, perlu diubah.

Dia mengatakan, kurangnya kualitas tidur akan menurunkan produktivitas karena kinerja otak kita dioptimalkan pada saat tidur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.