Kompas.com - 13/03/2019, 19:32 WIB

KOMPAS.com - Populasi ikan di lautan makin menyusut jumlahnya dan menuju pada tingkat yang mengkhawatirkan. Jika kita tidak bertindak cepat, kondisi ini bisa jadi akan semakin memburuk dan memberi dampak terhadap mereka yang berada di rantai makanan yang lebih tinggi, salah satunya manusia.

Hal ini terungkap berdasarkan data yang dikumpulkan sepanjang tahun 1930-2010. Dalam rentang waktu tersebut, populasi ikan di laut dunia menurun sebanyak 4,1 persen.

"Penurunan 4 persen itu terdengar kecil, tetapi 1,4 juta metrik ton ikan dari tahun 1930-2010 merupakan angka yang besar. Apalagi ikan merupakan salah satu sumber protein hewani untuk dunia. Tren ini tentu mengkhawatirkan," kata Chris Free, peneliti utama studi ini.

Baca juga: 6.800 Km dari Habitat Aslinya, Ikan Mola-mola Raksasa Terdampar di AS

Menurunnya jumlah populasi ikan nantinya akan berimbas pada sekitar 56 juta orang di seluruh dunia yang menggantungkan hidupnya pada industri perikanan.

Para peneliti pun mengungkapkan jika menyusutnya populasi ikan terjadi lantaran perubahan iklim serta penangkapan ikan yang berlebihan.

Para peneliti melihat bagaimana pemanasan laut memengaruhi 235 populasi ikan di seluruh dunia, yang meliputi 124 spesies di 38 kawasan ekologis. Termasuk juga beberapa krustasea dan moluska.

"Banyak spesies yang sebelumnya mendapat manfaat dari pemanasan global akhirnya ikut menurun populasinya karena suhu yang terus meningkat,"  kata Olaf Jensen salah satu peneliti dari Rutgers University di New Jersey.

Baca juga: Pemancing Australia Tangkap Ikan Alien

Air hangat biasanya merupakan berita buruk bagi ikan. Air hangat tidak hanya mengandung lebih sedikit oksigen tetapi juga merusak fungsi tubuh mereka.

Untung saja ada kabar baik juga dari penelitian ini. Banyak industri perikanan di seluruh dunia yang sudah mulai merespons pemanasan global dan mencoba untuk mengelola dengan baik bisnis mereka. Kabar itu menjadi angin segar serta memberikan harapan baru bagi populasi ikan untuk berkembang lagi.

"Kami merekomendasikan untuk mengurangi penangkapan ikan yang berlebihan, membangun kembali industri perikanan dengan memperhitungkan perubahan iklim dalam manajemen usaha mereka," kata Free.

Penelitian ini telah dipublikasikan di Science.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.