Peneliti Jepang Temukan Cara Deteksi Gempa 10 Detik Sebelum Guncangan

Kompas.com - 12/03/2019, 18:38 WIB
Ilustrasi gempabodnarchuk Ilustrasi gempa

KOMPAS.com - Setiap hari, terjadi gempa bumi di seluruh dunia. Kadang kala, gempa-gempa itu merenggut ratusan hingga jutaan nyawa.

Salah satu faktor yang menentukan keselamatan banyak orang tersebut adalah sistem peringatan dini. Bahkan, perbedaan hitungan detik dalam sistem peringatan dini tersebut bisa menentukan hidup dan mati.

Untuk terus menemukan sistem deteksi gempa terbaik, para ilmuwan tidak berhenti bereksperimen. Di antara sekian banyak peneliti, para ilmuwan dari Univeritas Tokyo baru saja menemukan sistem deteksi gempa bumi terbaru.

Teknik yang mereka gunakan adalah mengeksploitasi sinyal gravitasi galus yang bergerak di depan getaran. Teknik ini diharapkan bisa meningkatkan sistem peringatan dini gempa bumi di masa depan.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,5 di Aceh Singkil dan Nias, Apakah Berpotensi Tsunami?

Penelitian terbaru itu bermula dari keresahan para ilmuwan terhadap jumlah korban jiwa pada gempa bumi Tohoku 2011.

Meski telah lewat bertahun-tahun, para peneliti masih menambang data untuk menemukan cara baru mendeteksi gempa.

Semuanya berawal ketika profesor rekanan Lembaga Penelitian Gempa Bumi (ERI), Shingo Watada yang membaca sebuah makalah fisika yang ditulis oleh J. Harms dari Istituto Nazionale di Fisica Nucleare di Italia.

Makalah ini menyebutkan gravimeter, alat sensor yang mengukur kekuatan gravitasi lokal, secara teoretis dapat mendeteksi gempa bumi.

"Ini membuatku berpikir, jika kita memiliki cukup data seismik dan gravitasi dari waktu dan tempat terjadinya gempa besar, kita bisa belajar mendeteksi gempa bumi dengan gravimeter dan seismometer," kata Watada dikutip dari Science Daily, Senin (11/03/2019).

"Ini bisa menjadi alat penting untuk penelitian fenomena seismik di masa depan," tegasnya.

Idenya adalah gempa bumi terjadi ketika titik di sepanjang tepi lempeng tektonik yang terdiri dari permukaan bumi membuat gerakan tiba-tiba. Hal ini menghasilkan gelombang seismik yang memancar dari titik itu pada 6-8 kilometer per detik.

Gelombang-gelombang ini mentransmisikan energi melalui bumi dan dengan cepat mengubah kepadatan bahan bawah permukaan yang mereka lewati. Material padat memberi daya tarik gravitasi yang sedikit lebih besar daripada material yang kurang padat.

Halaman:



Close Ads X