Kompas.com - 01/03/2019, 19:07 WIB

KOMPAS.com – Adakah suatu daerah di Bumi ini yang belum tercemar plastik? Bahkan di laut terdalam bumi pun, dampak dari sampah kita masih dapat dirasakan.

Untuk kali pertama dalam sejarah, para peneliti menemukan plastik di perut makhluk-makhluk yang berada di enam lautan terdalam bumi.

Dipaparkan dalam penelitian yang baru dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science, sekelompok tim peneliti dari Newcastle University di Inggris mengirimkan robot ke enam palung hadopelagik: Jepang, Izu-Bonin, Peru-Cile, New Hebrides, Kermadec dan Kedalaman Challenger Mariana.

Robot ini dikirim tidak hanya untuk memonitor kondisi bawah laut, tetapi juga mengambil sampel kehidupan yang berada di sana. Secara total, para peneliti berhasil mengumpulkan 90 amphipoda, sejenis makhluk lautan kecil.

Baca juga: Laut Terdalam Bumi Kini Tercemar Plastik, Manusia Harus Merasa Berdosa

Para peneliti kemudian mencoba untuk mencari keberadaan plastik di saluran pencernaan mereka, tepatnya di bagian akhir pencernaan agar tidak tercampur dengan plastik yang tertelan ketika diangkat dari laut terdalam.

Hasilnya sangat menyedihkan. Plastik ditemukan dalam pencernaan 72 persen ampipoda.

Lalu, semakin dalam di lautan mereka berada, semakin banyak plastik yang mereka telan. Dari Palung New Hebrides, misalnya. Plastik “hanya” ditemukan pada 50 persen ampipoda. Namun, semua ampipoda yang hidup di Kedalaman Challenger (sekitar 10.890 meter) ditemukan telah memakan plastik.

Para peneliti menduga bahwa hal ini terjadi karena sifat dari palung itu sendiri. Peneliti kelautan Alan Jamieson dari Newscastle University pernah berkata pada 2017, ketika dia pertama kali mengungkapkan hasil penelitiannya, bahwa akhir perjalanan dari sampah plastik adalah laut dalam.

Baca juga: Tim Ekspedisi Temukan Lorong Misterius dan Plastik di Great Blue Hole

“Jika Anda mengontaminasi sungai, sampahnya bisa dialirkan hingga bersih. Jika Anda mengontaminasi pesisir, sampahnya bisa disingkirkan oleh ombak. Tapi di laut terdalam, sampah diam saja. (Laut terdalam) tidak bisa membersihkan dirinya, dan tidak ada hewan yang keluar atau masuk ke palung-palung ini,” ujarnya.

Jamieson pun berkata bahwa studi yang dilakukannya telah membuktikan bahwa mikrofiber buatan manusia sedang berakumulasi di ekosistem yang belum kita pahami dengan baik.

“Pengamatan ini adalah rekor terdalam adanya mikroplastik yang dimakan, (ini) menunjukkan bahwa kemungkinan besar tidak ada lagi ekosistem kelautan yang belum terdampak oleh sampah antropogenik,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

Kita
Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.