Kompas.com - 28/02/2019, 20:02 WIB

KOMPAS.com - Katak asli Indonesia bertambah satu lagi setelah Microhyla gadjahmadai muncul. Jumlah katak asli Indonesia yang tercatat saat ini ada 407 spesies.

Nama gadjahmadai sendiri dipakai untuk menghormati Mahapatih Gadjah Mada yang telah mempersatukan Nusantara di masa kerajaan Majapahit.

Menurut keterangan resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), katak yang berukuran kurang dari tiga sentimeter itu dideskripsikan oleh Vestidhia Y. Atmaja, seorang mahasiswa progra master Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dengan bimbingan dari ahli katak LIPI Amir Hamidy.

M. gadjahmadai memang baru dipublikasikan di jurnal Treubia Volume 45 pada Desember 2018 lalu, tapi sebenarnya Amir pertama kali menjumpainya di Lampung dan Bengkulu sejak 2010.

Baca juga: Sembunyi Hampir 40 Tahun, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan di Maluku

"Sekitar tahun 2010-an saya sampling di Lampung dan Bengkulu menemukan spesimen dari jenis ini. Cuma pada saat itu masih diidentifikasi atas nama Microhyla achatina," terang Amir dihubungi Kompas.com, Kamis (28/2/2019).

Setelah Amir, ekspedisi berikutnya yang dilakukan Eric N. Smith dari Universitas Texas Arlington, AS, antara 2013-2015 di Sumatra juga menemukan katak sejenis.

Kini, koleksi referensi jenis katak M. gadjahmadai sudah disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense, Jawa Barat, sebagai pusat depositori nasional sekaligus museum zoologi terbesar di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, saat ini di Indonesia ada 10 jenis marga Microhyla atau yang lebih dikenal dengan nama percil. Enam di antaranya ditemukan di Sumatra, termasuk M. gadjahmadai.

Infografis katak baru Infografis katak baru

Ekspedisi panjang penemuan katak jenis baru

Penemuan katak M. gadjahmadai berawal dari ditemukannya katak yang menyerupai M. achatina atau percil Jawa di Lampung dan Bengkulu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.