Kompas.com - 28/02/2019, 17:35 WIB
ilustrasi olahraga shutterstockilustrasi olahraga

KOMPAS.com - Mencari waktu luang untuk berolahraga sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang hidup di perkotaan. Berangkat kerja pagi sekali hingga pulang larut sering jadi rutinitas.

Akibatnya, untuk berolahraga, banyak orang mencuri waktu di sela kesibukannya.

Olahraga memang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tapi, untuk mengoptimalkan hasilnya, kapankah waktu terbaik untuk berolahraga?

Pagi Hari Waktu Terbaik

Menurut para ahli, dilansir dari Time, Rabu (27/02/2019), waktu terbaik adalah pagi hari. Hal ini disampaikan oleh Anthony Hackney, profesor di departemen ilmu olahraga di University of North Carolina Capel Hill.

Baca juga: Banyak Minum hingga Olahraga, Ini Tips Cegah Flu ala Dokter Reisa

Hackney menyebut, berolahraga di pagi hari terutama dengan perut kosong adalah cara terbaik untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Hackney mengatakan bahwa sebagian besar komposisi hormonal tubuh di pagi hari dibentuk untuk mendukung tujuan tersebut.

"Pada awal pagi, Anda memiliki profil hormon yang akan membuat Anda cenderung memiliki metabolisme lemak yang lebih baik," ujar Hackney.

Secara alami, pada pagi hari, orang mengalami peningkatan kadar kortisol dan hormon pertumbuhan. Kedua hormon ini terlibat dalam metabilisme.

"(Jadi, Anda akan) menggunakan lebih banyak energi dari cadangan lemak Anda," kata Hackney.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa olahraga pagi juga membantu mengurangi nafsu makan sepanjang hari. Ini bisa melindungi dari penambahan berat badan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Physiology menemukan bahwa berolahraga pada jam 7 pagi bisa menggeser ritme tubuh lebih awal. Artinya, Anda akan lebih fokus pada pagi hari dan lelah di malam hari.

Ini membuat Anda memiliki waktu istirahat yang cukup.

Tak sampai di situ saja, keringat pagi juga memiliki efek positif pada kesehatan mental dan produktivitas sepanjang hari.

Meski begitu, olahraga pagi tidak bisa cocok bagi semua orang. Apalagi jika Anda bukan orang yang terbiasa bangun pagi.

"Anda mungkin berolahraga, tetapi mungkin pada tingkat intensitas rendah sehingga tidak benar-benar menghabiskan banyak energi," kata Hackney.

Baca juga: Olahraga Ampuh Kurangi Drepesi, Ini Bukti Barunya

Olahraga Siang Hari Bukan Pilihan Buruk

Ilustrasi olahraga di kantorshutterstock Ilustrasi olahraga di kantor

Jika sulit untuk melakukan olahraga pagi, Hackney menyebut olahraga siang hari juga pilihan yang baik. Apalagi jika Anda melakukan rutinitas yang panjang dan ketat.

Seperti yang disebutkan, olahraga pagi ideal untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan. Hal ini tidak sepenuhnya berlaku bagi olahraga siang.

Olahraga pada siang hari lebih cenderung berguna untuk meningkatkan kinerja, karena sebelum berolahraga Anda akan makan terlebih dahulu.

"Setiap kali Anda makan, kadar gula darah Anda naik," kata Hackney.

"Gula dalam bentuk glukosa darah adalah salah satu hal yang kita butuhkan jika mencoba bekerja dalam intensitas lebih tinggi," imbuhnya.

Olahraga siang juga bisa jadi cara bagus untuk menghindari kemalasan di akhir hari.

Penelitian dalam Journal of Physiology menemukan bahwa berolahraga pukul 13.00 hingga 16.00 bisa menggeser ritme tubuh Anda dengan cara yang sama dengan olahraga pagi.

Bahkan, sekadar berjalan cepat bisa membantu Anda kembali bersemangat dan fokus.

Olahraga Malam, Apakah Buruk?

Bagi banyak orang, waktu paling nyaman berolahraga adalah malam hari seusai bekerja. Tapi, menurut kepercayaan, olahraga malam justru membuat Anda sangat lelah hingga sulit tidur.

Sementara itu, studi di Journal of Physiology menemukan bahwa berolahraga antara pukul 19.00 hingga 22.00 membuat ritme tubuh terlambat.

Ini sering diterjemahkan ke waktu tidur. Meski begitu, Hackney menyebut dia tidak yakin bahwa itu adalah masalahnya.

Baca juga: Ini Waktu Terbaik untuk Olahraga Turunkan Berat Badan, Menurut Sains

"Bukti menunjukkan bahwa, selama Anda tidak berolahraga, mandi, dan kemudian segera bersiap tidur, itu sama sekali tidak mengganggu pola tidur Anda," ucap Hackney.

Dia menambahkan, olahraga penghilang stres seperti yoga di malam hari justru bisa membantu tidur lebih baik.

Makalah terbaru di jurnal Experimental Physiology menunjukkan, olahraga pada malam hari tidak mengganggu tidur. Bahkan, seiring waktu, olahraga malam bisa mengurangi kadar hormon ghrelin yang merangsang lapar sehingga bisa bantu menurunkan beart badan

Waktu Terbaik

Di antara ketiga waktu olahraga itu, Hackney mengatakan bahwa pagi hari adalah saat terbaik. Olahraga pagi memanfaatkan potensi bilogi dan psikolohi Anda secara maksimal.

Di luar itu, Hackney juga menyebut tidak ada waktu yang buruk untuk berolahraga. Dia menegaskan, yang paling penting adalah menemukan waktu berolahraga.

"Jika Anda akan melakukan di pagi hari, lakukanlah. Jika Anda akan melakukannya di malam hari, lakukanlah," pungkas Hackney.



Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.