Kelahiran Siklon Tropis Wutip Picu Gelombang Tinggi di Perairan Papua

Kompas.com - 25/02/2019, 11:20 WIB
Siklon tropis Wutip lahir di  Samudra Pasifik Utara Papua pada 25 Februari 2019. Ini perkiraan lintasan siklon tropis Wutip hingga 28 Februari 2019. Siklon tropis Wutip lahir di Samudra Pasifik Utara Papua pada 25 Februari 2019. Ini perkiraan lintasan siklon tropis Wutip hingga 28 Februari 2019.

KOMPAS.com - Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi,  dan Geofisika ( BMKG) menunjukkan kemunculan siklon tropis baru, namanya siklon tropis Wutip.

Pagi hari tadi sekitar pukul 7.00 WIB, siklon tropis Wutip berada di Samudra Pasifik Utara Papua atau pada titik koordinat 13,4 Lintang Utara dan 140,4 Bujur Timur. Tepatnya berada di 1.690 kilometer sebelah utara timur laut Biak.

Menurut keterangan resmi BMKG, siklon tropis Wutip bergerak ke arah Barat dan Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia.

"Tekanan terendah 925 mb dengan kekuatan 100 knot atau setara 185 kilometer per jam," tulis BMKG dalam keterangannya.

Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Riley Picu Hujan Lebat, Seluruh Jawa Harap Waspada

Untuk perhitungan 24 jam ke depat atau Selasa (26/2/2019) pukul 7.00 WIB, siklon tropis Wutip diprediksi sudah bergerak 200 kilometer menjauhi Indonesia.

Siklon tropis Wutip besok akan ada di Samudra Pasifik Utara Papua atau pada koordinat 15,0 Lintang Utara dan 139,9 Bujur Timur.

Tepatnya siklon tropis ini berada sekitar 1.850 kilometer sebelah utara timur laut Biak.

Siklon tropis kemungkinan  bergerak ke arah Barat, Barat Laut, dan Utara, menjauhi wilayah Indonesia dengan tekanan terendah 940 mb dan kecepatan 90 knot atau 165 kilometer per jam.

Siklon tropis Wutip Siklon tropis Wutip
Dampak di wilayah Indonesia

Meski siklon tropis Wutip berada ribuan kilometer dari Biak, Papua, namun kelahirannya tetap memberi dampak kepada perubahan cuaca di Indonesia.

Salah satunya adalah gelombang laut dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter di Perairan utara Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Perairan Jayapura - Sarmi, Samudra Pasifik utara Papua Barat, hingga Papua.

Untuk itu, diimbau agar seluruh pelayaran yang mengarungi perairan di atas untuk  memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu Nelayan diharap mengaruhi lautan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m. Sementara kapal ukuran besar seperti kapal Kargo atau kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

Baca juga: Siklon Tropis Pabuk Lahir di Laut China dan Pengaruhi Cuaca Indonesia

"BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada," tulis BMKG.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X