Hari Peduli Sampah Nasional, Ini 5 Solusi Mengatasi Masalah Sampah

Kompas.com - 21/02/2019, 17:00 WIB
TPA Suwung di Denpasar Kementerian PUPRTPA Suwung di Denpasar

 4. Sampah diubah jadi energi listrik

Revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar, Bali, kini tengah dilakukan.

Nantinya, sampah yang ada di sini akan dikelola dan diubah menjadi tenaga listrik.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Kementerian PUPR Dodi Krispratmadi mengatakan, awalnya pihaknya diminta bekerja sama dengan kementerian lain untuk mengatasi masalah gunungan sampah di TPA tersebut.

TPA Suwung merupakan TPA regional seluas 22,5 hektar yang menampung sampah dari empat wilayah Kabupaten/Kota yaitu Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.

Dalam rencana revitalisasi, TPA tersebut akan disulap menjadi taman hutan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya serta kualitas air permukaan.

Dari total luas, separuh di antaranya atau sekitar 11,25 hektar akan difungsikan sebagai sanitary landfill, yang di dalamnya mencakup area pengelolaan sampah menjadi energi listrik (waste to energy-WTE) seluas 5 hektar.

Baca juga: Sampah di Bali akan Diubah Jadi Energi Listrik

5. Dosen ITB ubah sampah jadi bahan BBM dan pupuk

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB yang juga seorang dosen di Institute Teknologi Bandung (ITB) Akhmad Zainal Abidin menilai bahwa sampah bisa membawa manfaat dan menambah nilai ekonomi masyarakat.

Namun, diperlukan pengelolaan sampah yang baik. Untuk itu, pihaknya mencetuskan program Manajemen Sampah Zero (Masaro) yang merupakan konsep pengelolaan dan pengolahan sampah agar bisa menjadi solusi dalam menanggulangi sampah di Indonesia.

"Konsep ini telah terbukti bukan hanya mampu mengatasi masalah sampah, tetapi juga memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang terlibat," ucapnya seperti dikutip di laman ITB, Minggu (18/11/2018).

Dosen dari KK Perancangan dan Pengembangan Produk Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB itu mengatakan, prinsip yang dilakukan Masaro antara lain pemilahan sampah langsung di sumber, pengolahan sampah di dekat sumber, pelibatan masyarakat, pemerintah, dan industri.

Baca juga: Lewat Konsep Masaro, Dosen ITB Ubah Sampah Jadi BBM hingga Pupuk

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X