Kompas.com - 19/02/2019, 17:32 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan no urut 2, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan no urut 2, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).


KOMPAS.com - Infrastruktur, Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup menjadi tema yang dibahas dalam debat calon presiden putaran kedua yang dilaksanakan Minggu (19/2/2019).

Selama debat berlangsung, ada 25 pertanyaan yang diberikan kepada Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Berikut adalah daftar pertanyaan yang telah dijawab kedua calon presiden. Kalau Anda yang diberi pertanyaan ini, apa jawaban Anda?

Kami akan merangkum pertanyaan dalam debat ke masing-masing tema, sama seperti urutan debat capres kemarin.

Baca juga: Nasib Perubahan Iklim pada Debat Capres

Infrastruktur

1.  Apa solusi yang bisa diberikan agar pembangunan infrastruktur tidak memberi dampak negatif terhadap masyarakat, lahan pertanian, dan lingkungan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, bendungan, pembangkit listrik dapat memacu pembanguanan ekonomi, sosial, dan budaya.

Namun di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga membawa dampak negatif. Misalnya perubahan lahan pertanian, menimbulkan konflik agraria, dan krisis lingkungan.

2. Apa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesenjangan daerah yang sudah dialiri listrik dan belum?

Infrastruktur juga berguna untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah kepulauan, terutama Indonesia timur, pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan yang masih belum memadai.

Namun masih ada kesenjangan dalam aliran listrik di Indonesia. Data menunjukkan di Indonesia bagian barat pemenuhan listrik mencapai 74 persen, tapi di Indonesia bagian timur hanya 26 persen.

3. Strategi apa yang bisa dilakukan untuk membangun infrastruktur yang merata dan dapat dirasakan semua orang?

Tak menutup mata, sejak era orde baru hingga kini, masalah pembangunan infrastruktur selalu diikuti konflik agraria seperti penggusuran, perampasan tanah, hilangnya mata pencaharian, dan kearifan lokal. Hal ini menunjukkan pembangunan infrastruktur masih kurang memperhatikan pentingnya peran serta dan kebutuhan masyarakat.

4. Apa langkah yang bisa dilakukan untuk memperkuat persediaan dan permintaan gas bumi, terutama membuat harga gas terjangkau untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri?

Pembangunan infrastruktur untuk pengolahan, pengangkutan, dan pemanfaatan gas bumi mengalami ketidakseimbangan antara ketersediaan dan permintaan. Di wilayah Indonesia bagian barat mengalami defisit gas bumi, sementara di Indonesia bagian timur mengalami surplus.

Hal ini pada akhirnya membuat harga gas menjadi kacau. Terlebih karena harga gas untuk memasok kebutuhan industri di wilayah barat menjadi tinggi sebab harus didatangkan dari wilayah timur Indonesia.

5. Apa strategi untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional?

Dalam global competitiveness report 2018, aspek infrastruktur Indonesia menempati urutan ke-71 dari 140 negara, yang diindikasi oleh rendahnya konektivitas halan, kualitan jalan, keandalanan layanan air minum, dan efisiensi layanan pelabuhan. Semua hal itu memengaruhi sistem logistik pangan dan industri kecil hingga menengah.

Pangan

6. Apa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk melindungi lahan pertanian pangan sesuai UU No. 41 tahun 2009?

UU No. 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan menetapkan pentingnya perlindungan terhadap lahan pertanian.

Akan tetapi, sejak UU tersebut ditetapkan konversi lahan pertanian ke non pertanian masih berlangsung. Saat ini lahan pertanian pangan hanya 7,1 juta hektar di seluruh wilayah Indonesia.

7. Apa strategi untuk menghadapi revolusi industri 4.0 di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang sebagian besar pelakunya masih skala kecil dan tradisional?

Memasuki revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan berkembangnya internet, kecerdasan buatan, drone, dan robot telah menimbulkan dampak signifikan pada aspek ekonomi, sosial, dan budaya.

8. Apa strategi yang bisa menjamin swasembada pangan yang menyejahterahkan petani?

Tantangan swasembada pangan antara lain masifnya konversi lahan, perubahan iklim, terbatasnya infrastruktur pertanian, liberalisasi perdagangan serta krisis regenerasi petani.

Dalam periode 2010-2017 terjadi penurunan 5 juta tenaga kerja di sub sektor tanaman pangan.

9. Bagaimana membuat bangsa mandiri dalam hal pangan, termasuk mengurangi ketergantungan impor?

Hingga saat ini Indonesia masih bergantung pada impor komoditi penting seperti gula, garam, kedelai, daging, dan susu.

Baca juga: Dibahas saat Debat Capres, Ini Sejarah Revolusi Industri 1.0 ke 4.0

Energi

10. Apa strategi untuk memastikan ketersediaan dan keberlanjutan energi untuk mendukung pembangunan ekonomi dalam lima tahun ke depan?

Sejak 2004 Indonesia menjadi pengimpor minyak. Bahkan tahun 2018 nilai impornya mencapai 29 miliar dollar AS.

Di sisi lain, sumber daya energi batu bara dan gas justru lebih banyak diekspor, dan pemanfaatan energi baru terbarukan minim.

11. Bagaimana mempercepat pencapaian target energi baru terbarukan seperti nuklir, panas bumi, bioenergi, tenaga angin, air, dan tenaga surya?

Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi.

Hingga saat ini energi fosil masih dominan dan Indonesia menjadi negara penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar kelima di dunia.

12.  Apa langkah strategis terkait subsidi energi sebagai bentuk keberpihakan dalam mewujudkan pengembangan energi baru dan terbarukan?

13. Bagaimana memperbaiki tata kelola sawit agar target biodiesel minimal 20 persen (B20) tercapai, buruh kebun dan petani sejahtera, dan lingkungan terjaga?

Sawit menjadi komoditas strategis untuk menyumbang devisa terbesar di sektor pertanian dan mencapai sumber energi alternatif.

Saat ini ada 14 juta hektar lahan sawit di Indonesia. Namun dalam pengelolaannya, sawit masih menimbulkan masalah sosial dan lingkungan.

Sumber Daya Alam

14. Apa langkah strategis untuk menghadapi kelangkaan sumber daya alam di tengah upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan?

15. Bagaimana mempercepat proses hilirisasi agar nilai tambah mineral bisa dinikmati rakyat Indonesia?

16. Apa langkah konkret untuk menjamin PT. Freeport memberi manfaat sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, pengakuan hak buruh, dan masyarakat adat, serta menjamin keberlanjutan lingkungan?

17. Bagaimana komitmen dan strategi menjalankan reforma yang sesuai dengan tujuan UU Pokok Agraria 1960?

UU Pokok Agraria 1960 dan TAP MPR No. IX tahun 2001 tentang Pembaruan  Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam, reforma agraria bertujuan untuk menyelesaikan ketimpangan agraria, konflik, dan kemiskinan di pedesaan.

18. Bagaimana solusi menyelesaikan konflik agraria yang mengedepankan prinsip pemulihan hak korban dan keadilan?

19. Apa kebijakan yang bisa diambil untuk mengatasi kemiskinan, menjaga keselamatan rakyat, dan mewujudkan pelestarian lingkungan di daerah pertambangan?

20. Langkah konkret apa yang bisa diambil untuk mempercepat redistribusi tanah kepada rakyat demi memperbaiki ketimpangan penguasaan agraria?

Baca juga: Dua Capres Ingin Kembangkan Biodiesel Sawit, Bagaimana Nasib Hutan Indonesia?

Lingkungan hidup

21. Bagaimana mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik, di pusat dan daerah, serta mencegah terjadinya korupsi SDA?

22. Bagaimana mengatasi akar masalah pencemaran lingkungan dan menjamin terpenuhinya lingkungan yang baik dan sehat?

23. Bagaimana mengurangi risiko bencana lingkungan dan melindungi kawasan ekosistem penting seperti hutan lindung, cagar alam, karst, gambut, mangrove yang saat ini dalam kondisi terancam karena penataan ruang yang tidak benar dan alih fungsi yang tidak sesuai?

24. Bagaimana mengatasi rendahnya kualitas lingkungan hidup sebagai komitmen konkret implementasi Sustainable Development Goals?

25. Bagaimana mengintegrasukan tata ruang di darat dan laut yang berbasis ekologi dan kebencanaan?

 

Daftar pertanyaan di atas sudah kami sederhanakan agar lebih mudah dipahami.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.