Kompas.com - 18/02/2019, 18:29 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto menyampaikan gagasannya saat Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto menyampaikan gagasannya saat Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).


KOMPAS.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyatakan, pihaknya tidak puas dengan jawaban kedua calon presiden dalam debat yang digelar pada Minggu (17/2/2019).

Nur Hidayati, Direktur Eksekutif WALHI Nasional mengungkapkan, kedua calon presiden tidak memberikan jawaban gamblang tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah pangan, energi, dan lingkungan.

Khusus kepada Prabowo, Nur mengatakan bahwa calon nomor urut 02 itu sama sekali tidak mengungkao data atau rencana. "Yang diungkapkan hanya jargon-jargon," katanya dalam konferensi pers, Senin (18/2/2019).

Baca juga: Dua Capres Ingin Kembangkan Biodiesel Sawit, Bagaimana Nasib Hutan Indonesia?

Menurutnya, Prabowo seharusnya bisa menawarkan alternatif dari rencana dan hal-hal yang telah dilakukan Jokowi yang meskipun membawa perbaikan tetapi belum sempurna.

"Jadi capres 02 sama sekali tidak mampu menawarkan alternatif dari yang dilakukan 01. Malah dalam beberapa hal, sekadar mengapresiasi saja," ungkapnya.

Salah satu contoh adalah pembahasan soal pemenuhan kebutuhan biofuel dari minyak kelapa sawit. Menurut Nur, Prabowo terkesan setuju saja dengan Jokowi padahal biofuel dari sawit berpotensi menimbulkan konflik lingkungan besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prabowo juga tidak mampu mendebat pernyataan-pernyataan Jokowi yang sebenarnya sangat mungkin dibantah. Misalnya klaim Jokowi tentang tak adanya konflik karena pembangunan infrastruktur dan tak adanya kebakaran hutan.

Menilai jawaban-jawaban Prabowo, Nur menilai, "Siapa pun presidennya, model pembangunannya akan sama saja."

Pemenuhan energi dengan biofuel misalnya, tetap akan mengandalkan luasan lahan sebagai modal utama. Dengan pendekatan ini, deforestasi dan kebakaran hutan berpotensi terjadi lagi.

Nur menilai, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada capres sebenarnya pertanyaan umum yang jawabannya tersedia dalam pembahasan di media massa maupun percakapan di media sosial.

Ia menyayangkan bahwa dua calon presiden tidak mampu menjawab pertanyaan itu dengan baik. "Prabowo misalnya, terkesan cuma mau menyerang Jokowi tapi tidak punya visi," katanya.

Baca juga: Apa Itu B20 dan B100 yang Disebut-sebut dalam Debat Capres Kedua?

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.