Kompas.com - 15/02/2019, 20:33 WIB
CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky saat memberikan sambutan di peresmian Kantor Baru Buka lapak, di Jakarta Selasa (12/1/2016) Rd. Ramanda JahansyahtonoCEO Bukalapak.com, Achmad Zaky saat memberikan sambutan di peresmian Kantor Baru Buka lapak, di Jakarta Selasa (12/1/2016)

KOMPAS.com - Dana anggaran penelitian dan pengembangan (litbang) Indonesia belakangan mencuri perhatian publik. Hal ini dimulai dari kicauan Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Achmad Zaky yang menyoriti besaran dana penelitian dan pengembangan ilmiah di Indonesia.

Menilik data yang dipaparkan oleh Zaky, sebenarnya bagaimana sistem pendanaan riset nasional Indonesia saat ini?

Untuk itu, Kompas.com meminta keterangan Teguh Rahardjo, Direktur Eksekutif Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI).

Tak Seluruhnya untuk Riset

Menurut Teguh, data tahun 2016/2017 dana investasi iptek Indonesia sebesar 24,9 triliun rupiah.

Baca juga: Menilik Twit CEO Bukalapak, Begini Wajah Dunia Penelitian Indonesia

"Tetapi dana yang benar-benar digunakan untuk kegiatan riset penguasaan dan pengembangan iptek hanya sekitar 6 T," ungkap Teguh kepada Kompas.com, Jumat (15/02/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dana 24,9 triliun itu adalah dana iptek. Di dalamnya itu ada macam-macam, ada untuk riset, infrastrukturnya, gaji, dan macam-macam," sambungnya.

Menyoal jumlah dana, Teguh tidak memungkiri bahwa anggaran yang besar bisa meningkatkan jumlah publikasi dan paten dari para peneliti Indonesia.

"Kalau jumlah anggarannya 28,9 triliun pastinya jumlah paten dan publikasinya bisa lebih banyak. Karena akan banyak peneliti yang mendapatkan dana kemudian besarnya penelitian juga lebih besar," ujar Teguh.

"Artinya akan lebih banyak penelitian. Tapi kalau dananya terbatas kemungkinannya akan terjadi keterbatasan jumlah dan besar penelitian itu sendiri," imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.