Kompas.com - 11/02/2019, 18:32 WIB
Spesies baru bernama Haplocampa wagnelli ditemukan di salah satu gua pulau Vancouver, Kanada. Kemungkinan makhluk ini terjebak di gua itu sejak zaman Es. Spesies baru bernama Haplocampa wagnelli ditemukan di salah satu gua pulau Vancouver, Kanada. Kemungkinan makhluk ini terjebak di gua itu sejak zaman Es.


KOMPAS.com - Mungkin tak salah bila menyebut gua sebagai rumah bagi makhluk aneh Bumi.

Gua bisa mengisolasi makhluk dalam kondisi gelap, lembab, dan melewatkan evolusi. Seperti spesies baru yang ditemukan di gua pulau Vancouver, Kanada.

Spesies baru yang ditemukan adalah jenis artropoda atau serangga primitif yang tak pernah tercatat dalam literatur ilmiah manapun.

Ahli menamainya Haplocampa wagnelli sebagai penghormatan untuk salah satu penulis Craig Wagnell yang telah bertahun-tahun menghabiskan waktu untuk menjelajahi gua di pulau Vancouver.

Baca juga: Paruh Penuh Taring, Spesies Baru Dinosaurus Ini Ditemukan di Inggris

Laporan yang terbit di jurnal Subterranean biology, menggambarkan H. wagnelli sebagai serangga mungil dengan panjang sekitar 3 sampai 6 milimeter.

Ia memiliki lima reseptop penghirup bahan kimia dan tak memiliki pigmen warna.

Menurut perkiraan ahli, H. wagnelli terjebak di gua Pulau Vancouver sekitar 26.000 tahun yang lalu atau sekitar zaman Es Terakhir di mana lapisan es menutupi sebagian besar Amerika Utara, Eropa bagian utara, dan Asia.

Ada dua kemungkinan mengapa makhluk kecil itu terjebak di hua Pulau Vancouver.

Pertama, spesies ini mungkin menyimpang dari kerabat Asianya dan bermigrasi ke pulau Vancouver setelah zaman Es mulai berakhir dan dinding es gua mencair. Kedua, sangat mungkin spesies itu terjebak di sana selama zaman Es.

Ada banyak bukti yang mendukung hipotesis pertama. Apa lagi mengingat spesies itu memiliki beberapa kemiripan dengan spesies lain di seluruh dunia seperti Metriocampa Siberia atau Pacificampa di pulau Jepang dan semenanjung Korea.

Para ahli menduga spesies ini bermigrasi lewat Jembatan Bering Land, jembatan es yang telah mencair dan melintang antara Eurasia dan Amerika Utara sekitar 20.000 tahun lalu, kemudian tinggal di gua pulau Vancouver.

Baca juga: Penemu Beri Nama 3 Spesies Baru Kumbang Sesuai Naga Game of Thrones

Alberto Mocholí ahli ekologi dari Universitas Alcala sekaligus penulis utama studi mengatakan bahwa dugaan selamatnya makhluk dari zaman es terdengar dibuat-buat tapi menarik.

"Keberadaan spesies artropoda primitif di lapisan gua es belum lama ini dapat menyarankan kelangsungan hidupnya. Itu adalah gagasan yang terlalu berani dijabarkan di jurnal ilmiah," kata Mocholí dilansir IFL Science, Jumat (8/2/2019).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X