The Conversation
Wartawan dan akademisi

Platform kolaborasi antara wartawan dan akademisi dalam menyebarluaskan analisis dan riset kepada khalayak luas.

Fenomena Pusaran Kutub di AS, Adakah Hubungan dengan Pemanasan Global?

Kompas.com - 06/02/2019, 17:09 WIB
Uap muncul Air Terjun Niagara sebelum matahari terbit  di, Ontario, Kanada, Kamis (31/1/2019). Cuaca ekstrem membuat sebagian Air Terjun Niagara membeku. (AFP/Lars Hagberg) Uap muncul Air Terjun Niagara sebelum matahari terbit di, Ontario, Kanada, Kamis (31/1/2019). Cuaca ekstrem membuat sebagian Air Terjun Niagara membeku. (AFP/Lars Hagberg)

Oleh Jennifer Francis

REKOR tertinggi gelombang dingin membuat jutaan rakyat Amerika menggigil luar biasa. Suhu di seluruh daerah Midwest bagian utara turun hingga –35 derajat Celcius (C) pada akhir Januari lalu.

 

Prakiraan suhu udara Rabu pagi, 30 Januari 2019. Prakiraan cuaca oleh Model Sistem Prakiraan NOAA Global. Pivotal Weather, CC BY-ND

Cuaca ekstrem ini patut mendapat perhatian khusus. Badan Informasi Cuaca AS memperingatkan kondisi yang bisa mengancam jiwa. Radang dingin (frostbite) akan dengan cepat menyerang setiap kulit yang terpapar suhu dingin.

Pada saat yang sama, Kutub Utara menghadapi gelombang panas dengan suhu mendekati titik beku–sekitar 14 derajat Celcius di atas normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Prakiraan perbedaan suhu udara terhadap suhu normal di sekitar permukaan air, dengan waktu relatif dari tahun 1981-2010. Pivotal Weather, CC BY-ND

Apa yang menyebabkan pola yang berantakan ini? Anda telah menebaknya: pusaran kutub (polar vortex).

Dalam beberapa tahun terakhir, berkat gelombang dingin sebelumnya, pusaran kutub (polar vortex) telah ada dalam kosa kata sehari-hari warga AS dan bahkan jadi bahan lelucon bagi pembawa acara TV malam dan para politikus.

Tapi sebenarnya apa fenomena pusaran kutub? Apakah udara dingin semakin sering keluar dari daerah kutub? Dan sebuah pertanyaan lain yang sering muncul dalam penelitian saya: Bagaimana pemanasan global dapat mempengaruhinya?

Jimmy Fallon menjelaskan keuntungan dan kerugian dari pusaran kutub.

Arus udara

Sebenarnya, terdapat dua pusaran kutub di belahan bumi utara, yang saling bertumpuk satu sama lain. Yang lebih rendah dikenal sebagai aliran jet. Aliran tersebut adalah suatu aliran angin barat yang berliku-liku di sekitar belahan bumi utara, sekitar 11.2 km di atas permukaan bumi, hampir pada ketinggian pesawat jet terbang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.