Sebuah Kisah dari Homo Erectus, Nenek Moyang Kita yang Misterius

Kompas.com - 01/02/2019, 18:06 WIB

Bagaimana mereka berkaitan dengan kita?

Salah satu aspek yang paling kontroversial dari Homo erectus adalah siapa dari penemuan tersebut yang tergolong termasuk spesies mereka.

Sementara banyak peneliti memasukkan berbagai hasil penemuan dari seluruh dunia sebagai Homo erectus, beberapa mengklasifikasikan hasil penemuan di Afrika dan Eurasia sebagai Homo ergaster.

Sementara yang lain menggunakan istilah Homo erectus senso stricto (yakni dalam arti sempit) untuk hasil penemuan Asia dan Homo erectus senso lato (yakni dalam arti luas) untuk semua hasil penemuan.

Situasi yang agak membingungkan ini sebenarnya jauh lebih jelas daripada sejarah awal Homo erectus di mana terdapat berbagai spesies di antaranya AnthropopithecusHomo leakeyiPithecanthropusSinanthropusMeganthropusMeganthropus, dan Telanthropus.

Alasan mengapa hal ini cukup rumit adalah bahwa Homo erectus (atau bagaimana pun Anda ingin menyebutnya) memiliki karakteristik morfologi yang relatif luas sehingga sulit untuk memutuskan seberapa banyak keanekaragaman yang harus dimasukkan dalam ciri-ciri spesies.

Yang jelas adalah bahwa Homo erectus berada di suatu tempat di garis keturunan manusia antara nenek moyang terdahulu dan manusia modern, berfungsi sebagai transisi dari hominini awal seperti Australopithecus ke Homo heidelbergensisHomo neanderthalensis dan Homo sapiens.

Apa selanjutnya bagi Homo erectus?

Tidak ada fenomena arkeologi yang telah memberikan perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir selain bagaimana kita memahami garis keturunan kita. Spesies baru yang telah ditemukan (dan diperdebatkan) dan juga usia dari hasil penemuan paling awal dari berbagai spesies masih terus direvisi.

Sayangnya kita memiliki fosil yang terbatas untuk diteliti sehingga hasil penemuan dan situs baru yang ditemukan dapat dengan cepat mengubah pemahaman kita tentang evolusi manusia.

Tidak diragukan lagi bahwa penelitian DNA purba akan berkontribusi untuk memecah ketidapastian ini–tapi sampel DNA masih belum diambil dari Homo erectus. Kami terus menunggu penemuan ini dengan napas yang tertahan!

Ian Moffat

ARC DECRA Research Fellow in Archaeological Science, Flinders University

Artikel ini dipublikasikan atas kerja sama Kompas.com dan The Conversation Indonesia dari judul asli "Sebuah kisah dari Homo erectus, nenek moyang kita yang misterius". Isi artikel di luar tanggung jawab Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
5 Penyebab Perubahan Iklim

5 Penyebab Perubahan Iklim

Fenomena
Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.