Sebuah Kisah dari Homo Erectus, Nenek Moyang Kita yang Misterius

Kompas.com - 01/02/2019, 18:06 WIB

Seperti apa rupa mereka?

Homo erectus adalah nenek moyang pertama kita yang secara fisik menyerupai manusia modern. Mereka lebih tinggi dan otak mereka lebih besar dari spesies hominini sebelumnya seperti Australopithecus sp. atau Homo habilis.

Mereka memiliki wajah yang sedikit berbeda dengan kita: wajah mereka datar dengan alis yang lebih menonjol.

 

Ada perbedaan yang jelas dalam ukuran dan bentuk tengkorak pada Homo sapiens dibandingkan dengan spesies mirip manusia lainnya seperti Homo erectus (skema tengkorak). from www.shutterstock.com

Kaki panjang yang mereka miliki dan fakta bahwa mereka berdiri tegak membuat setiap individu Homo erectus sebagai pejalan kaki yang efisien dan dapat menjelajah lebih jauh dibanding nenek moyang mereka.

Bentuk tubuh mereka juga memperlihatkan bahwa tubuh mereka dapat mengontrol suhu dan keseimbangan air dalam tubuh dengan baik sehingga cocok untuk hidup di hutan terbuka.

Apa yang mereka makan?

Homo erectus mungkin adalah spesies pengumpul makanan yang juga menambah asupan mereka dengan hasil buruan dibandingkan sepenuhnya menjadi pemburu. Bahkan, mereka mungkin menempati posisi ekologi yang mirip dengan hyena hari ini.

Pentingnya daging dalam makanan mereka masih diperdebatkan, beberapa peneliti mempertimbangkan bahwa utamanya mereka adalah pemakan daging dan yang lain percaya bahwa mereka memiliki banyak jenis makanan lainnya.

Seberapa pintar mereka?

Homo erectus jauh lebih pintar daripada hominini-hominini sebelumnya. Mereka spesies pertama yang menggunakan api dan mungkin yang pertama mengumpulkan makanan sekaligus berburu sebagai cara hidup. Mereka membuat peralatan kapak dari batu dari zaman budaya yang disebut Acheulean, hal ini dicirikan dari kapak genggamnya.

Meski demikian, kemampuan kognitif mereka jauh di bawah manusia modern. Belum ada bukti bahwa Homo erectus mampu melakukan perilaku modern seperti menggunakan bahasa atau menciptakan seni.

Pentingnya penemuan arkeologis baru-baru ini berkaitan dengan Homo erectus di Filipina membantu kita mempelajari lebih dalam tentang kemampuan spesies ini.

Sebelumnya, telah diterima secara luas bahwa Homo erectus tidak dapat menyeberang perairan yang dalam. Teori ini sesuai dengan keberadaan mereka yang hanya hingga ke Jawa, dan tidak dapat melintasi perairan yang lebih dalam yang dibatasi oleh Garis Wallace dalam perjalanan yang lebih jauh ke timur.

Sebuah penemuan di Filipina (dan mungkin juga di Sulawesi) membantah pemahaman tersebut, dan membuka kemungkinan yang menarik bahwa Homo erectus mungkin adalah pelaut yang lebih pandai dari yang kita pikirkan sebelumnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Ketahui Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air Menurut Dokter

Kita
Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Harta Karun Emas Permata Ditemukan di Kapal Karam Berusia 366 Tahun

Fenomena
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Dokter: Bila Ada 1 Kasus, Harus Dinyatakan Kejadian Luar Biasa

Kita
Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan?

Oh Begitu
Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.