Kompas.com - 28/01/2019, 18:03 WIB
Ini adalah Dreadnoughtus schrani, satu-satunya dinosaurus supermasif yang ditemukan tulang paha dan tulang humerusnya. Penghitungan kedua tulang itu menyebutnya sebagai dinosaurus terbesar. Tapi Argentinosaurus mungkin adalah dinosaurus terberat. Ini adalah Dreadnoughtus schrani, satu-satunya dinosaurus supermasif yang ditemukan tulang paha dan tulang humerusnya. Penghitungan kedua tulang itu menyebutnya sebagai dinosaurus terbesar. Tapi Argentinosaurus mungkin adalah dinosaurus terberat.

KOMPAS.com - Bagi para ahli paleontologi, menemukan seluruh kerangka dinosaurus adalah sesuatu yang sulit.

Sebab itu, mereka cenderung memperkirakan tinggi dan berat badan suatu dinosaurus lewat tulang yang ditemukan.

Lantas, dinosaurus apakah yang paling besar di Bumi?

Melansir Live Science, Minggu (27/1/2019), ahli membagi kata terbesar menjadi tiga kategori, yakni terberat, terpanjang, dan tertinggi.

Baca juga: Paruh Penuh Taring, Spesies Baru Dinosaurus Ini Ditemukan di Inggris

Dinosaurus terberat

Dinosaurus terberat dimenangkan oleh Argentinosaurus.

Argentinosaurus tergolong sebagai titanosaurus (dinosaurus herbivora berleher panjang dan berekor panjang) raksasa. Ia hidup 100 juta sampai 93 juta tahun lalu selama periode Cretaceous di Argentina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkiraan bobot Argentinosaurus sangat bervariasi. Museum Sejarah Alam London memperkirakan beratnya 77 ton, Museum Sejarah Alam Amerika di New York memperkirakan bobotnya 90 ton, dan BBC Earth menaksir bobotnya 110 ton.

Perbedaan berat itu karena Argentinosaurus dikenal memiliki 13 tulang, enam tulang belakang, lima tulang pinggul, satu tulang kering, dan satu fragmen tulang rusuk.

"Ada tulang paha sebenarnya, tapi tulang itu ditemukan 15 kilometer jauhnya. Jadi tidak tahu apakah itu juga milik Argentinosaurus," ujar Kenneth Lacovara, seorang ahli paleontologi dan geologi serta dekan di School of Earth & Environment di Rowan University, Glassboro, New Jersey.

Setelah Argentinosaurus, ada Patagotitan yang juga merupakan titanosaurus dengan berat 69 ton. Patagotitan hidup 100 juta tahun lalu di Argentina.

Lacovara mencatat, bobot Patagotitan itu didapat dari penggabungan enam individu, bukan satu dinosaurus.

Lalu bagaimana ahli menghitung berat seekor hewan yang sudah punah?

Lacovara membeberkan ada tiga cara yang bisa dilakukan, yakni:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.