Kompas.com - 28/01/2019, 18:03 WIB

A. Metode lingkar poros minimum

Ilmuwan mengukur lingkar minimum humerus (tulang lengan atas) dan tulang paha dari individu yang sama.

Kemudian mereka mengusulkan angka hasil pengukuran ke formula. Hasilnya sangat berkorelasi dengan massa hewan.

"Ini karena semua hewan berkaki empat meletakkan semua beban tubuh hanya keempat tulang itu. Jadi sifat struktural keempat tulang akan berkorelasi dengan massa," kata Lacovara.

Namun, bila tulang humerus dan tulang paha berasal dari individu berbeda, seperti Patagotitan, maka hasilnya adalah perkiraan.

"Selain itu jika hanya satu tulang yang ditemukan, entah humerus atau tulang paha, maka proporsi tulang yang kosong hanya dapat diperkirakan dan hasilnya tidak pasti. Contohnya Notocolossus dan Paralititan," imbuhnya.

B. Metode volumetrik

Dalam pendekatan ini para ahli menentukan volume tubuh dinosaurus dan menggunakan angka itu untuk menghitung bertanya.

Metode ini lebih menantang karena kebanyakan kerangka dinosaurus tidak lengkap.

Selain itu para ahli harus menebak berapa banyak ruang yang diambil paru-paru dan struktur lain yang dipenuhi udara.

Para ahli juga harus berspekulasi apakah dinosaurus yang mereka temukan berbulu atau hanya terbungkus kulit.

"Menurut saya metode ini sulit ditiru dan merupakan salah satu keunggulan sains," kata Lacovara.

C. Metode menebak

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.