Kompas.com - 27/01/2019, 12:39 WIB
Ilustrasi puntung rokok Geek.comIlustrasi puntung rokok

KOMPAS.com — Kampanye mengurangi sampah plastik mulai terdengar dan dilakukan banyak orang dari berbagai kalangan.

Mulai dari mengganti sedotan plastik dengan stainless steel, meniadakan sedotan plastik di rumah makan, dan mengurangi penggunaan kantong plastik.

Selama ini, sedotan dan kantong plastik mendapat banyak sorotan dan dianggap sebagai polutan terbesar.

Namun, sebuah penelitian justru menyatakan bahwa kedua benda itu sebenarnya bukan polutan plastik terbesar. Ada yang lebih parah dan mungkin tidak kita sadari, yaitu filter rokok.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Jas Hujan, dari Jerami hingga Plastik

Filter atau penyaring rokok tersimpan di dalam puntung rokok, dan menjadi benda yang paling banyak mengotori dunia.

"Banyak perokok berasumsi penyaring rokok terbuat dari bahan yang bisa terbiodegradasi atau bisa diolah. Padahal, filter rokok terbuat dari selulosa asetat (jenis plastik yang butuh sekitar satu dekade untuk bisa terurai)," jelas Elizabeth Smith yang bekerja di kebijakan pengendalian tembakau di Universitas California San Francisco.

Melansir CNN, Jumat (25/1/2019), sekitar 6 triliun rokok diproduksi setiap tahun dan lebih dari 90 persen filternya mengandung plastik. Ini artinya ada lebih dari 1 juta ton plastik setiap tahun yang diproduksi dari rokok.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, membuang puntung rokok sembarangan adalah hal yang paling sering dilakukan. Setidaknya dua pertiga puntung rokok ditemukan berserakan di trotoar atau selokan yang kemudian membawanya ke lautan.

Bukti paling nyata adalah saat petugas Ocean Conservancy yang berbasis di Washington DC secara inisiatif mengumpulkan puntung rokok di sekitar pantai sejak 1986. Hingga saat ini, relawannya telah mengumpulkan lebih dari 60 juta puntung rokok.

Untuk mengukur apa yang terjadi bila ikan berenang di tengah puntung rokok, ahli membuat eksperimen kecil dengan menempatkan sekelompok ikan di sebuah wadah berisi air dengan puntung rokok. Hanya dalam waktu empat hari, setengah dari ikan mati.

"Ini menunjukkan air yang tercemar puntung rokok memiliki racun yang dapat membunuh makhluk hidup di dalamnya," kata Thomas Novotny, profesor medis dari Universitas San Diego yang terlibat dalam studi.

10 polutan plastik sepanjang 2018 yang dikumpulkan Ocean Conservancy, kelompok kebersihan pantai. 10 polutan plastik sepanjang 2018 yang dikumpulkan Ocean Conservancy, kelompok kebersihan pantai.
Filter rokok, benarkah melindungi paru-paru?

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.