Penemuan yang Mengubah Dunia: Jas Hujan, dari Jerami hingga Plastik

Kompas.com - 24/01/2019, 19:34 WIB
ilustrasi jas hujan ilustrasi jas hujan

KOMPAS.com - Pada musim hujan seperti saat ini, salah satu benda yang paling diburu adalah jas hujan. Jenis pakaian pelindung hujan ini makin populer di Indonesia karena dimanfaatkan oleh pengendara motor untuk menjaga tetap kering.

Jas hujan yang kita kenal kini dirancang secara khuus untuk menjaga pemakainya tetap kering. Kain yang digunakan dibuat agar tidak bisa menyerap air.

Namun, tahukah Anda, jas hujan atau mantel mulanya jauh dari teknologi semacam ini. Mulanya, jas hujan dibuat dengan sangat sederhana untuk melindungi diri dari hujan.

Baca juga: BMKG: Wilayah Ini Harap Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

China Kuno

Salah satu jas hujan paling awal dirancang di China Kuno. Pakaian pelindung hujan ini terdokumentasikan dalam sejarah China melalui puisi yang ditulis sekitar tahun 1000 masehi.

Bentuk awalnya adalah jubah yang terbuat dari jerami atau rumput. Para petani China zaman dulu mengenakan jubah ini agar tetap bisa bekerja di ladang atau sawah saat musim hujan.

Meski bisa melindungi dari basah, jubah ini sangat berat dan kaku.

Untuk mengatasi itu, masyarakat kemudian menggunakan metode lain untuk jas hujan. Metode yang digunakan kemudian adalah mengolesi minyak pada kain sutra ringan agar air tidak terserap pada kain.

Ada pula warga yang mengembangkan anyaman rumput atau daun yang masih segar. Cara ini membuat mantel hujan lebih ringan.

Amerika Selatan

China bukan satu-satunya tempat yang mengembangkan jas hujan paling awal. Lokasi lain yang mengembangkan pakaian pelindung ini adalah Amerika Selatan.

Sekitar tahun 1200 masehi, orang Amazon menggunakan ekstrak seperti lateks dari pohon karet untuk membuat anti air primitif.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X