Lagi, Bayi China yang Diubah Gennya akan Lahir dalam 6 Bulan

Kompas.com - 23/01/2019, 18:05 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com – Pada bulan November 2018 lalu, dunia dikejutkan dengan kelahiran bayi kembar di china yang telah diubah gennya oleh ilmuwan He Jiankui.

Pengakuan He tersebut akhirnya dikonfirmasikan oleh pemerintah China beberapa hari yang lalu setelah penyelidikan berbulan-bulan. Kini, He berpotensi dihukum karena menciptakan bayi pertama di dunia yang gennya diubah secara ilegal.

Namun, rupanya cerita He tidak selesai sampai di situ.

Dilansir dari The Guardian, He pernah berkata di sebuah forum genom manusia yang diadakan di Hongkong bahwa kemungkinan akan ada kehamilan kedua dari pasangan orangtua yang berbeda.

He memang melakukan eksperimennya dengan merekrut delapan pasangan yang positif HIV. Dua pasangan dikatakannya berhasil hamil, sementara satu pasangan mengundurkan diri dan lima pasangan lainnya tidak hamil.

Baca juga: Kontroversi Ilmuwan China Ubah Gen Bayi Kembar, Ini Tanggapan Ahli

Klaim He ini juga dikonfirmasikan oleh pemerintah China. Sang ibu dilaporkan masih mengandung dan akan dipantau oleh petugas kesehatan setempat bersama bayi kembar yang lahir tahun lalu.

Mengenai bayi yang baru ini, William Hurlbut yang merupakan seorang pakar bioetika di Stanford University memperkirakannya berusia sekitar 12-14 minggu dalam kandungan. Artinya, bayi tersebut akan lahir dalam enam bulan.

Hurlbut yang mengklaim sering berhubungan dengan He via telepon dan ­e-mail berkata bahwa pada bulan November lalu, He bercerita kepadanya bahwa bayi kedua tersebut masih terlalu muda untuk dapat dilihat menggunakan ultrasound.

“Jadi pada saat itu, janin tersebut tidak lebih dari 4-6 minggu. Kini, ia mungkin berusia sekitar 12-14 minggu,” kata Hurlbut kepada AFP.



Close Ads X