Bagaimana Sebaiknya Kita Menyikapi Kasus Prostitusi? Ini Kata Ahli

Kompas.com - 10/01/2019, 13:04 WIB
Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

" Pelacur yang termasuk dalam tipe voluntary prostitute meruntuhkan dasar berpikir UU TPPO bahwa pelacuran merupakan praktik perdagangan orang. Unsur eksploitasi tidak ada di dalam praktik pelacuran seperti itu," tuturnya.

"Atas dasar itu, ihwal tipe-tipe pelacuran mendesak untuk dimasukkan ke dalam revisi pasal-pasal—utamanya—UU TPPO dan UU KUHP. Kriminalisasi terhadap pekerja seks komersial ditegakkan sebagai cara untuk menyumbat peluang dijadikannya pelacuran sebagai bidang profesi," tegas Reza.

Baca juga: Menalar Kasus VA, Kenapa Bisnis Prostitusi Online Laku?

Tak hanya pekerja seks, Reza juga menegaskan bahwa germo dan tamu juga harus mendapatkan sanksi pidana.

Berbagai Perspektif

Menyoal pamberantasan prostitusi, antropolog gender Irwan Hidayana menyarankan untuk melihat dari berbagai perspektif.

"Kalau kita melihat prostitusi sebagai aktivitas ekonomi, kita akan berbicara tentang supply and demand," kata Irwan melalui sambungan telepon.

"Selama masih ada permintaan, ya pasti akan ada penawaran. Selama masih ada permintaan terhadap prostitusi, ya prostitusi itu akan tetap ada sekalipun itu dilarang, digrebek, atau dirazia," tegasnya.

Namun, di sisi lain, Irwan juga menyebut bahwa prostitusi itu di dalam masyarakat berhubungan erat dengan moralitas. Praktik prostitusi dianggap sebagai perbuatan dosa, maksiat, dan asusila.

"Karena itu banyak yang menentang. Nah itu perspektifnya beda lagi," ucap Irwan.

"Kemudian juga kita bisa berbicara prostitusi sebagai eksploitasi terhadap perempuan," tambahnya.

Terkait dengan perspektif ini, Irwan secara tegas menyebut prostitusi harus dihentikan dan diberantas.

"Tetapi, caranya mungkin tidak dengan merazia," kata Irwan.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X