Menyoal Kasus Prostitusi Online, Kenapa yang Banyak Disorot Artisnya?

Kompas.com - 07/01/2019, 17:32 WIB
Artis VA (berpakaian ungu) menutupi wajahnya saat ia dibawa ke Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (5/1/2019).SURYA/MOHAMMAD ROMADONI Artis VA (berpakaian ungu) menutupi wajahnya saat ia dibawa ke Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (5/1/2019).

KOMPAS.com - Keterlibatan artis dan pesinetron VA serta seorang model berinisal AS atas dugaan praktik prostitusi online menjadi perhatian publik belakangan.

Setelah dijemput Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada Sabtu (5/1/2019) siang), jagat dunia maya dipenuhi sosok VA dan sang model.

Namun anehnya, tak ada satupun yang menyorot sang penyewa. Setidaknya baru hari ini, publik mendapat gambaran siapa penyewa jasa prostitusi artis.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyewa itu berinisial R (45), seorang pengusaha tambang asal Surabaya. Tambang miliknya diduga berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Baca juga: Fakta-fakta Artis VA dan Kasus Dugaan Prostitusi Online

Lantas, mengapa hanya artis atau publik figur yang mendapat sorotan? Apakah ada kaitannya dengan ketimpangan gender?

Menjawab hal tersebut, psikolog dari Personal Growth Linda Setiawati, MPsi mengatakan bahwa ketimpangan tersebut karena profesi yang dimiliki perempuan sebagai figur publik.

"(Karena profesinya sebagai figur publik) ketika diangkat menjadi berita akan cepat tersebar atau viral di masyarakat," ujar Linda kepada Kompas.com yang dihubungi melalui pesan singkat Senin (7/1/2019).

Menurutnya, menjadi seorang artis atau figur publik yang dikenal masyarakat luas membuatnya memiliki daya tarik yang kuat.

"Sehingga ia lebih disorot (dibanding penyewa)," katanya.

Baca juga: Awkarin dan Instagram, Benarkah Efek Media Sosial Seperti Narkoba?

Dari pandangan tersebut, mungkin akan lain cerita jika penyewa jasa prostitusi adalah seorang artis atau tokoh yang dikenal masyarakat luas.



Close Ads X