Berukuran Sama Besar, Ular Berbisa Menelan Ular Lain di Australia

Kompas.com - 08/01/2019, 11:02 WIB
Ini bukan seekor ular yang sangat panjang. Namun ular yang sedang menelan ular lain, padahal ukurannya sama besar. Ini bukan seekor ular yang sangat panjang. Namun ular yang sedang menelan ular lain, padahal ukurannya sama besar.


KOMPAS.com - Seorang petani di Australia Selatan secara tidak sengaja menemukan pemandangan langka, yakni seekor ular coklat yang berbisa sedang memakan ular coklat lainnya.

Petani yang tinggal di Bordertown, sebuah kota yang terletak sekitar 271 kilometer dari Adelaide, Australia, itu bernama Shaun Taylor. Saat sedang menyaksikan kejadian langka itu, ia sedang mengecek kelembaban jerami dan hampir menginjak kedua ular tersebut.

"Pada awalnya saya tidak tahu apa yang terjadi, karena saya hanya melihat satu kepala dan dua buntut," katanya.

"Dan setelah saya lihat lebih dekat lagi, saya baru menyadari adanya seekor ular coklat dewasa menelan ular coklat lainnya, kedua ular itu hampir sama besarnya."

Baca juga: Ahli: Kasus Gigitan Ular Pascatsunami Selat Sunda Hal Wajar

Taylor mengatakan biasanya ular-ular itu tidak tampak karena akan berusaha menhindari manusia.

"Yang sangat menakutkan adalah bahwa kedua ular tersebut hanya berada sekitar dua tiga meter dari posisi saya." katanya lagi.

"Saya yakin, ular itu tahu keberadaan saya. Jadi saya tidak mendekat dan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka lakukan."

Taylor mengatakan ketika dia melihat kedua ular coklat tersebut pertama kalinya, satu diantaranya menggulung ular lainnya, dengan ular kedua tidak bergerak.

Namun ketika dia kembali setengah jam kemudian, kedua ular tersebut sudah hilang.
Ular coklat sering memakan yang lain

James Nankivell, seorang mahasiswa yang sedang belajar mengenai ular di University of Adelaide mengatakan, bukanlah hal yang aneh bahwa ular saling memakan sesama ular.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X