Kompas.com - 31/12/2018, 17:51 WIB
Pantauan udara garis pantai di kawasan Banten yang terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Bencana tersebut menimbulkan ratusan korban jiwa, sebagian luka-luka dan korban hilang serta kerusakan pada gedung-gedung, permukiman hingga kapal nelayanPenanganan darurat dampak bencana terus dilakukan pihak BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan embaga terkait terus bersama pemerintah daerah. KOMPAS/RIZA FATHONIPantauan udara garis pantai di kawasan Banten yang terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Bencana tersebut menimbulkan ratusan korban jiwa, sebagian luka-luka dan korban hilang serta kerusakan pada gedung-gedung, permukiman hingga kapal nelayanPenanganan darurat dampak bencana terus dilakukan pihak BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan embaga terkait terus bersama pemerintah daerah.

Untuk mengembalikannya ke laut, para relawan menggunakan terpal, karung beras, dan tongkat.

Menurut pemberitaan AFP, ada satu penyu seberat 30 kilogram yang terjebak di tumpukan sampah dan dalam kondisi terbalik. Penyu itu harus diangkat empat orang untuk kembali ke laut.

Dehidrasi, kelaparan, dan predasi bukan satu-satunya ancaman penyu yang terdampar.

"Beberapa nelayan mencoba mengambil penyu, mungkin untuk dimakan, dan saya melarangnya," kata Sulistio kepada Guardian.

"Mereka membawa penyu itu dengan sepeda motor, tapi saya menghentikannya dan memperingatkan mereka bahwa penyu dilindungi hukum," imbuh dia.

Baca juga: Studi Baru: Sampah Plastik Kontaminasi Penyu Sejak Menetas

Penyelamatan lebih dari 30 penyu mungkin bisa menjadi penghiburan kecil di antara banyak kehilangan yang telah dialami korban bencana. Meski demikian, hal ini bisa jadi secercah harapan kecil di tengah badai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.