Terancam Punah karena Iklim, Spesies Amfibi Baru Dinamai Donald Trump

Kompas.com - 20/12/2018, 19:00 WIB
Sebuah perusahaan bangunan berkelanjutan yang berbasis di London menambahkan wig pirang ke gambar spesies amfibi baru yang dinamai, Dermophis donaldtrumpi, seperti nama Donald Trump. Sebuah perusahaan bangunan berkelanjutan yang berbasis di London menambahkan wig pirang ke gambar spesies amfibi baru yang dinamai, Dermophis donaldtrumpi, seperti nama Donald Trump.

KOMPAS.com - Spesies amfibi baru berwujud cacing yang hidup di bawah tanah baru saja ditemukan. Menariknya, spesies ini diberi nama seperti Presiden AS, Donald Trump, gara-gara pernyataannya tentang perubahan iklim belum lama ini.

Spesies itu diberi nama Dermophis donaldtrumpi oleh Aidan Bell, seorang CEO perusahaan EnviroBuil, setelah memenangkan lelang untuk mendapat hak istimewa tersebut. Bell menawar harga tertinggi, yakni 25.000 dollar AS atau setara 362.575.000 rupiah.

Dengan memberi nama spesies itu seperti nama Trump, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran manusia tentang perubahan iklim.

"(Dermophis donaldtrumpi) sangat rentan terhadap perubahan iklim dan karena itu ia sangat terancam punah sebagai akibat langsung dari kebijakan yang mengatasnamakan iklim," ujar Aiden Bell dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC, Rabu (19/12/2018).

Baca juga: Ratusan Spesies Baru Ditemukan Tahun Ini, Ini 4 yang Paling Unik

Amfibi berwujud cacing dengan warna abu-abu mengkilat itu buta, hidup di bawah tanah, dan menggali pasir dengan kepalanya. Bell pun membandingkan hal itu dengan sikap Trump yang menyangkal perubahan iklim.

"Perilakunya ini seperti Donald Trump yang menghindari konsensus ilmiah bahwa perubahan iklim terjadi akibat ulah manusia," tulisnya.

Para ilmuwan terkemuka di seluruh dunia sepakat bahwa penyebab utama perubahan iklim adalah manusia.

Namun Trump yang agenda pemerintahannya mengejar bahan bakal fosil justru menuding para ahli telah bersekongkol dan memiliki 'agenda politik' sendiri. Ia tidak percaya manusia bertanggung jawab atas naiknya suhu Bumi.

"Saya tidak tahu bahwa ini (perubahan iklim) ulah manusia," katanya dalam wawancara dengan 60 Minutes di stasiun CBS pada Oktober lalu.

"Saya tidak menyangkal perubahan iklim, tapi (suhu Bumi) saya yakin sangat bisa kembali," imbuh Trump saat itu tanpa menawarkan bukti.

Halaman:


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X