Punya 4 Jenis Bulu, Ini Rupa Asli Reptil Purba Pterosaurus

Kompas.com - 20/12/2018, 07:05 WIB
ilustrasi pterosaurus Zixiao Yang/Nature Ecology & Evolutionilustrasi pterosaurus

KOMPAS.com - Pterosaurus, reptil terbang yang hidup di zaman dinosaurus, ternyata memiliki empat jenis bulu pada tubuhnya.

Temuan ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh tim palentologi terhadap dua spesimen pterosaurus yang ditemukan di China.

Pterosaurus merupakan reptil terbang yang hidup berdampingan dengan dinosaurus sekitar 230 hingga 66 juta tahun lalu atau berasal dari periode Trias ke periode Cretaceous. Selama ini, Pterosaurus sering digambarkan sebagai reptil bersisik.

Namun, kemudian peneliti mengetahui jika beberapa kelompok dari pterosaurus memiliki bulu yang disebut sebagai pycnofiber, hanya saja bulu-bulu tersebut berbeda dengan dinosaurus non-avian dan avian.

Baca juga: Puluhan Jejak Dinosaurus Ditemukan, Masih Bagus dan Kelihatan Kulitnya

Kini peneliti dari Nanjing University di China, Baoyu Jiang bersama rekan-rekannya memutuskan untuk mempelajari kembali spesimen yang ditemukan di situs bernama Yanliao Biota itu.

Penelitian yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution, menunjukkan bahwa pterosaurus memiliki 4 jenis bulu, yakni filamen sederhana, kumpulan filamen,filamen dengan seberkas bulu, dan bulu bawah.

Tim juga mengungkapkan beberapa gagasan mengenai bagaimana pterosaurus menggunakan bulu mereka.

Bisa jadi bulu-bulu mereka berfungsi untuk merasakan sentuhan atau untuk menyederhanakan penerbangan. Pengamatan kemudian juga menunjukkan jika bulu-bulu pterosaurus berwarna coklat kemerahan. Jadi ada kemungkinan juga jika pterosaurus menggunakan bulu warna-warni mereka untuk kamuflase.

"Bulu-bulu pada pterosaurus merupakan fitur yang sangat unik dan tidak pernah terlihat sebelumnya," kata Steve Brusatte, paleontolog dari University of Edinburgh Skotlandia.

Baca juga: Para Ahli Kecewa Leonardo DiCaprio Ingin Beli Fosil Dinosaurus

Pterosaurus bukanlah satu-satunya mahluk purba yang memiliki jenis bulu ini. Peneliti menyebut jika bulu-bulu itu ditemukan di dua kelompok besar dinosaurus, yakni Ornithischia yang merupakan pemakan tumbuhan dan Theropoda yang merupakan karnivora.

Temuan ini juga membawa pertanyaan baru: Benarkah reptil lain seperti buaya purba juga memiliki bulu. Seperti yang kita tahu, buaya modern sama sekali tidak memilikinya.

"Saya pikir penemuan ini makin menguatkan jika sebagian besar dinosaurus memang memiliki beberapa tipe bulu, begitu juga dengan sepupu dekat mereka," tambahnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X