Kompas.com - 18/12/2018, 17:48 WIB
Aktor Leonardo DiCaprio berbicara di perhelatan amfAR 23rd Cinema Against AIDS Gala di Hotel du Cap-Eden-Roc di Cap dAntibes, Perancis, Kamis (19/5/2016). ALBERTO PIZZOLI / AFP Aktor Leonardo DiCaprio berbicara di perhelatan amfAR 23rd Cinema Against AIDS Gala di Hotel du Cap-Eden-Roc di Cap dAntibes, Perancis, Kamis (19/5/2016).

KOMPAS.com — Dalam pemberitaan Page Six di New York Post awal bulan ini, Leonardo DiCaprio dikabarkan menyatakan minat pada potongan tulang dinosaurus senilai 2,5 juta dollar AS atau setara dengan Rp 36,4 miliar. Rumor ini mendapat berbagai tanggapan dari para ahli paleontologi dunia.

"(Jika rumor itu benar, pembelian ini akan) sangat mengecewakan," ungkap Thomas Carss, ahli paleontologi vertebrta di Carthage College, Winconsin dikutip dari Live Science, Jumat (14/12/2018).

"(Fosil dinosaurus) tidak boleh dilelang sama sekali—fosil adalah data, dan itu satu-satunya cara kita memahami sejarah kehidupan di planet ini," sambung Carr.

Untuk itu, Carr menyebut bahwa seharusnya fosil dimasukkan dalam koleksi museum dan didedikasikan untuk ilmu pengetahuan.

Baca juga: Spesies Baru Kumbang di Kalimantan Dinamai Leonardo DiCaprio

Dalam pemberitaan itu, DiCaprio dikabarkan sedang mengamati spesimen induk dan bayi Allosaurus di Art Miami dalam pameran berjudul DeXtinction.

Namun, dalam laporan tersebut juga, salah seorang teman DiCaprio membantah bahwa pemenang Oscar itu melihat fosil ketika di Miami. Hingga saat ini belum ada tanggapan dari DiCaprio terkait berita tersebut.

Terlepas dari rumor itu benar atau tidak, Carr menegaskan bahwa mengakuisisi fosil dinosaurus sebagai koleksi pribadi sangat tidak etis. Alasannya adalah para ilmuwan menjadi tidak memiliki akses pada fosil yang telah menjadi koleksi pribadi.

Selain itu, jika ada ilmuwan yang memiliki akses untuk penelitian fosil pribadi,  tidak ada peneliti lain yang bisa menguji ulang studi tersebut.

Carr mencontohkan dirinya yang melakukan studi tentang pertumbuhan Tyrannosaurus rex. Penelitian tersebut didasarkan pada 45 spesimen T.rex yang tersedia umum.

Padahal, menurut perhitungan terbaru Carr, ada 31 spesimen fosil T. rex yang merupakan koleksi pribadi.

"Jika spesimen milik pribadi tiba-tiba dimasukkan ke dalam koleksi museum, ukuran sampel saya akan melonjak menjadi 76," ujar Carr.

"Untuk membuat keadaan lebih buruk, spesimen pribadi berupa fosil yang berusia remaja, yang merupakan bagian dari tahap pertumbuhan T.rex yang sangat kurang dikenal, akan tetap menjadi misteri (bagian pertumbuhan remaja) jika spesimen itu tetap berada di tangan swasta," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.