Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terlihat dari Luar Angkasa, Kotoran Hewan Telah Menyelimuti Bumi

Kompas.com - 07/12/2018, 17:31 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com - Kotoran ternak mungkin bukan hal besar yang patut dipermasalahkan. Namun ternyata, hal yang kita remehkan ini bisa dilihat dari luar angkasa telah menyelimuti bumi.

Hal yang dilihat dari luar angkasa tentu bukan wujud kotoran hewan yang sesungguhnya, tetapi gas amonia yang dihasilkan oleh kotoran tersebut.

Gas amonia (NH3) adalah gas limbah tak berwarna yang terbentuk ketika nitrogen dan hidrogen menyatu. Gas ini ada di seluruh dunia, namun yang paling banyak muncul karena kotoran hewan, entah itu dari air seni atau tinja.

Saat kotoran hewan dalam jumlah banyak membusuk, misalnya di sebuah peternakan besar, gas amonia yang dilepaskan dapat bergabung dengan senyawa lain dan mencemari udara, air, dan tanah.

Paparan ini dapat menyebabkan penyakit paru-paru hingga kematian, gagal panen, dan kematian hewan massal.

Baca juga: Polusi Timbel di Bogor dan Tangerang Tinggi, Bagaimana Wilayah Lain?

Dengan melacak dan mengatur emisi amonia dapat membantu mencegah bahaya tersebut.

Dengan pemikiran itu, sebuah tim ilmuwan yang dipimpin para peneliti dari Université Libre de Bruxelles (ULB) di Belgia menggabungkan sembilan tahun data satelit untuk membuat peta paling komprehensif dari gas amonia di atmosfer.

Peta amonia yang dibuat tim ULB telah diterbitkan bersama laporannya dalam jurnal Nature yang terbit Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Dari Nyeri hingga Mual, Yuk Kenali Gejala Usus Buntu

Dalam makalah itu mereka mengungkap ada lebih dari 200 titik yang mengandung emisi amonia di seluruh dunia, dua pertiga di antaranya belum pernah diidentifikasi sebelumnya.

"Hasil kami menunjukkan bahwa hal ini perlu sepenuhnya meninjau kembali persediaan emisi amonia antropogenik dan memperhitungkan evolusinya dari waktu ke waktu," tulis para ahli.

Berasal dari mana?

Untuk studi baru mereka, para ahli menganalisis data yang dikumpulkan sejak 2007 sampai 2016 oleh satelit MetOp, tiga satelit meteorologi yang diluncurkan Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk mengamati berbagai komponen yang ada di atmosfer Bumi, termasuk gas amonia.

Baca juga: Sering Lemas dan Pusing? Kenali Gejala dan Penyebab Darah Rendah

Data ini mengungkap 242 titik amunisi atau zona emisi dengan diameter kurang dari 50 kilometer serta 178 zona emisi yang lebih luas.

Tim juga menggunakan citra satelit untuk mengkonfirmasi sumber dari zona emisi amonia. Mereka menemukan, setidaknya ada 241 titik yang terkait dengan aktivitas manusia.

Dari jumlah tersebut, 83 di antaranya dikaitkan dengan peternakan intensif dan 158 dikaitkan dengan industri lain, terutama perkebunan yang menggunakan pupuk berbasis amonia.

Baca juga: Belajar dari Titiek Puspa, Kenali Penyebab Pecah Pembuluh Darah dan Risikonya

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau