Dari Solusi Jadi Bencana, 4 Bukti Plastik Sudah Kuasai Dunia

Kompas.com - 06/12/2018, 20:06 WIB
Ubur-ubur menelan plastik bungkus rokok ALEXANDER SEMENOV/National GeographicUbur-ubur menelan plastik bungkus rokok

KOMPAS.com - Pada awal kemunculannya, plastik adalah solusi brilian bagi umat manusia. Bahan ini selain serba guna juga relatif murah dibandingkan dengan material lainnya. Tapi kini beda cerita, keberadaanya sudah tak terkontrol lagi. Berbagai sudut planet termasuk tubuh manusia tak luput dari jangkauan plastik. Berikut beberapa buktinya.

1. Laut terdalam di Bumi

Tidak ada tempat yang lepas dari jangkauan plastik, termasuk dasar laut terdalam di Bumi. Studi yang dilakukan Alan Jamieson, ahli ekologi kelautan dari Newcastle University, Inggris menemukan plastik di Palung Kermadec di Pasific selatan dan di utara Palung Mariana. Masing-masing plastik ditemukan di kedalaman 10.000 meter dan 10.250 meter.

2. Antartika

Peneliti melaporkan adanya penemuan mikroplastik di Antartika. Temuan ini menjadi kabar buruk karena wilayah ini sebenarnya merupakan bagian terakhir dari muka bumi ini yang tak tersentuh aktivitas manusia. Namun, para peneliti justru menemukan plastik pada air serta salju yang ada di Antartika.

Baca juga: Resmi Sudah, Alam Liar Terakhir Bumi Terkontaminasi Plastik

3. Hewan

Penyu, anjing laut, dan ubur-ubur merupakan beberapa hewan yang terkena imbas dari plastik. Berita yang sempat viral belakangan ini juga menyorot penemuan plastik di tubuh Paus Sperma di wakatobi.

Lalu, ada juga penemuan mikroplastik pada ikan yang dijual di pasar Makassar dan California.

Temuan yang cukup mengejutkan ini membuktikan bahwa plastik hampir berada di manapun.

Tak terhitung berapa banyak hewan yang memakan plastik. Mereka tertipu dengan bentuk plastik yang menyerupai mangsa yang mereka buru sehari-hari. Pelet plastik misalnya, dianggap menyerupai telur ikan yang lezat.

4. Tubuh Manusia

Apakah plastik hanya mengancam hewan saja? Ternyata tidak, kita pun juga tak luput dari ancaman plastik. Penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan jika mikroplastik akhirnya mencapai usus manusia.

Temuan ini berdasarkan dari penelitian pada tinja manusia. Hasilnya semakin menegaskan prediksi penelitian sebelumnya yang menyebut jika mikroplastik terdapat dalam air minum, garam meja, hingga seafood. Sekarang, perlu ada penelitian lebih lanjut untuk memahami apa arti temuan ini bagi kesehatan manusia.

Baca juga: Kabar Buruk, Manusia Telah Terinfeksi Plastik! Tinja Menunjukkannya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X