Kompas.com - 04/12/2018, 20:10 WIB
Saat gelembung oksigen yang terbuat karena proses fotosintesis meninggalkan tanaman di bawah air, mereka mengeluarkan suara ping. Saat gelembung oksigen yang terbuat karena proses fotosintesis meninggalkan tanaman di bawah air, mereka mengeluarkan suara ping.

KOMPAS.com - Fotosintesis merupakan cara tumbuhan menghasilkan makanan dan energi dengan bantuan sinar matahari. Fenomena ini mungkin kasat mata, tapi sebenarnya kita bisa mendengarkan fotosintesis.

Menurut studi teranyar yang terbit di jurnal PLOS ONE, 3 Oktober 2018, hal yang harus kita lakukan adalah menyelam ke dasar laut. Di sana, kita bisa mendengar suara fotosintesis dari ganggang merah, suaranya berbunyi "ping".

Sama seperti tanaman darat, ganggang juga melakukan fotosintesis. Ganggang menggunakan sinar matahari untuk mengubah molekul karbon dioksida dan air menjadi gula dan oksigen.

Di bawah air, gelembung-gelembung oksigen akan naik ke atas. Para ahli yang melakukan penelitian ini menemukan, saat gelembung-gelembung itu terlepas dari tanaman, mereka membuat suara "ping" yang singkat.

Baca juga: Tanaman Herbal, Bisakah Disebut Mampu Menyembuhkan Kanker?

"Banyak gelembung seperti itu menciptakan suara yang keras dan terdistribusi di dasar laut," tulis para ahli dalam laporannya.

Melansir Live Science, Jumat (30/11/2018), suara ping itu membantu para ahli memantau kesehatan terumbu karang yang diselimuti alga.

Tim ahli pertama kali mengamati suara ping dari alga di Hawaii. Mereka menemukan, terumbu karang yang sehat bunyi "ping" dari alga berfrekuensi rendah, sementara karang yang rusak suaranya bernada tinggi.

"Awalnya lami diberi tahu suara itu berasal dari gertakan udang. Tapi sepertinya ada korelasi antara suara dengan proporsi alga yang menutupi dasar laut," kata Simon Freeman seorang ahli kelautan di Pusat Kelangsungan Hidup Angkatan Laut AS di Rhode Island kepada majalah Hakai.

Untuk mempelajari lebih lanjut, Freeman dan timnya mengumpulkan 10 kilogram ganggang merah invasif (Gracilaria salicornia) dari teluk Kaneohe Hawaii ke sebuah tangki yang diisi air laut.

Hal ini berguna untuk memudahkan mereka menganalisis suara "ping" supaya tidak terganggu gemuruh lautan yang berisik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.