Kompas.com - 03/12/2018, 18:34 WIB

KOMPAS.com – Selama ini, dunia medis meyakini bahwa pusat pembentukan darah berada pada sumsum tulang. Akan tetapi, penemuan terbaru menunjukkan bahwa usus kita juga mengandung jaringan hematopoieticpoietic yang dapat menciptakan sel darah merah dan putih ke dalam sistem sirkulasi kita.

Belum ada yang tahu persis berapa banyak darah yang disumbangkan jaringan usus, tetapi diperkirakan bisa mencapai 10 persen dari pasokan tubuh kita, dan ini bukan angka yang sedikit. Hal ini diketahui oleh para ilmuwan melalui pemantauan intensif selama lima tahun pada 21 penerima transplantasi usus.

Para ilmuwan tidak hanya menemukan sel hematopoieticpoietic dan progenitor asing (HSPC) di usus yang disumbangkan, tetapi juga menemukan hal ini di bagian usus kecil, hati, dan kelenjar getah bening.

Baca juga: Studi: Banyak Kasus Radang Usus Buntu yang Tidak Perlu Operasi

Uniknya, keberadaan sel darah putih yang dikenal sebagai pelindung dalam tubuh manusia dan identik akan menyerang organ baru dalam tubuh justru tidak memberikan efek yang begitu fatal pada kasus transplantasi yang juga menghasilkan darah merah dan putih, begitu pun sebaliknya.

Bahkan, para peneliti mengibaratkan ada interaksi atau hubungan diplomatik antara sel darah putih tubuh dan organ baru.

"Kami jelas menunjukkan bahwa ada lintas-bicara imunologis antara dua set sel darah yang melindungi transplantasi dari sistem kekebalan pasien dan melindungi pasien dari transplantasi," jelas pemimpin penelitian Megan Sykes dari Pusat Imunologi Translasional Colombia seperti yang dilansir Science Alert Jumat (30/11/2018).

HSPC dari organ yang didonor diibaratkan sedang dididik dalam tubuh baru untuk mengenali rumah baru mereka.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Jalan Tol dari Usus ke Otak

Bercermin dari penelitian sebelumnya, interaksi antara sel putih ini mungkin menjadi alasan di balik manfaat dari kimerisme darah. Untuk diketahui, kimerisme adalah simtoma pada makhluk hidup yang memiliki dua atau lebih populasi sel yang berasal dari fenotipe genetik yang berbeda.

Para peneliti menekankan, mengetahui lebih banyak tentang proses ini akan memberikan manfaat yang luar biasa untuk dunia transplantasi di masa depan.

“Ada kemungkinan bahwa pasien dengan tingkat sel donor yang tinggi mungkin tidak memerlukan imunosupresi sebanyak yang saat ini mereka dapatkan, dan mengurangi imunosupresi dapat meningkatkan hasil," kata Sykes yang penelitiannya diterbitkan di jurnal Cell Stem Cell pada Kamis (29/11/2018).

Ini artinya mereka yang memiliki penyakit usus serius seperti penyakit Crohn dapat memanfaatkan bagian usus yang disumbangkan. Dengan kata lain, peluang mereka untuk hidup lebih baik meningkat dengan mendapat bonus produksi darah tanpa biaya tambahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.