Di Indonesia Masih Ada Pelanggan PSK yang Belum Tahu tentang HIV/AIDS

Kompas.com - 01/12/2018, 18:05 WIB
.Getty Images/iStockphoto .

KOMPAS.com – HIV/ AIDS adalah penyakit yang dapat membuat imunitas penderitanya menurun drastis. Penyebarannya bisa melalui hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, misalnya dengan pekerja seks komersial, dan tanpa pengaman.

Sayangnya, masih ada beberapa orang yang tidak mengetahui tentang HIV/ AIDS dan bagaimana penyebarannya.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Nelsensius Kalu Fauk dari Institute of Resource Governance and Social Change Kupang dan Flinders University, Australia, bersama beberapa rekannya dari STIKES Bethesda Yakkum, Yogyakarta dan Universitas Malahayati, Bandar Lampung; di kabupaten Belu dan Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Dalam penelitian ini, tim mengeksplorasi determinan sosial dari kerentanan HIV/AIDS di antara klien pekerja seks komersial ( PSK) di Belu dan kabupaten Malaka, Indonesia.

Baca juga: HIV/AIDS Bukan Akhir dari Segalanya, Tesa Sudah Membuktikannya

Untuk menemukannya, para peneliti melakukan wawancara mendalam kepada 42 responden yang juga menjadi pelanggan PSK, yang rata-rata berusia 27 tahun. Para responden rata-rata bekerja sebagai ojek, pekerja bangunan, pekerja pelabuhan, dan sebagian kecil tidak bekerja.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One pada Rabu (21/11/2018) menemukan, banyak dari responden tersebut berhubungan seks dengan PSK tanpa menggunakan kondom dalam enam bulan terakhir. Padahal, kondom wajib digunakan jika ingin berhubungan seks, khususnya dengan PSK, untuk menghindari kemungkinan HIV/AIDS.

“Tingkat pendidikan yang rendah tampaknya menjadi salah satu determinan sosial yang mendukung kerentanan HIV di antara peserta penelitian. Hal ini tercermin pada fakta bahwa sebagian besar peserta kekurangan informasi dan pengetahuan tentang HIV/AIDS, terutama sarana penularan dan pencegahan HIV,” jelas tim peneliti dalam jurnal mereka.

Salah satu respon responden yang hanya mengenyam bangku pendidikan sampai sekolah dasar mengaku tidak mengetahui apa pun tentang HIV/AIDS. Ironisnya, responden tersebut bahkan tidak mengetahui informasi tentang alat kontrasepsi kondom.

Baca juga: Seabad Jadi Momok Dunia, Ahli Temukan Akar Penyebaran HIV

Pada responden lain yang jenjang pendidikannya hingga SMA pun tidak mengetahui banyak soal HIV/AIDS.

“Ketika saya berada di SMA, guru mata pelajaran biologi saya pernah memperkenalkan nama penyakit termasuk HIV/AIDS, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana orang mengidap HIV/AIDS,” jelas salah satu responden.

Menurut para peneliti, kurangnya sumber daya dan informasi yang terbatas adalah bagian dari kondisi sosial yang memainkan peran dalam membentuk perilaku seksual yang tidak aman yang meningkatkan kerentanan HIV di antara mereka.

Penelitian ini menujukkan betapa pentingnya edukasi seks yang meliputi penyakit yang menyertainya dilakukan sedari dini. Tidak hanya sedari dini, tetapi juga harus jelas dan lengkap untuk menghindari informasi yang meleset tentang HIV/AIDS.

Halaman:



Close Ads X