Gelombang Seismik Misterius Guncang Bumi, Para Ilmuwan Kebingungan

Kompas.com - 29/11/2018, 20:18 WIB
Ilustrasi gempa bumi. AFPIlustrasi gempa bumi.

Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi sangat tinggi dalam waktu relatif lama.

Menurut para peneliti itu, kejadian ini tidak bisa dihjelaskan sebagai gerakan tektonik saja. Artinya, aktivitas gunung berapi di wilayah Mayotte juga harus dilibatkan.

Gempa pada 3 minggu lalu itu menjadi anomali karena guncangan swarm di wilayah tersebut sempat sama sekali tidak terdeteksi lagi.

Melansir Science Alert, Kamis (29/11/2018), guncangan itu disebut para ilmuwan sebagai getaran aneh, panjang, dan datar yang bergerak secara konsisten, tanpa fluktuasi runcing yang merupakan tanda dari aktivitas gempa biasa.

Mengutip France's Bureau de Recherches Géologiques (BRGM), gempa ini memiliki "sinyal frekuensi sangat rendah atipikal". Guncangan diulang dalam gelombang setiap 17 detik, yang berlangsung selama 20 menit.

"Ada banyak hal yang tidak kami ketahui," kata Nicolas Taillefer, kepala unit risiko gempa dan vulkanik BRGM.

Baca juga: Tutur Sejarah Kolonial tentang Gempa-gempa yang Guncang Bali dan Jawa

"Itu sesuatu yang baru pada sinyal di stasiun kami," imbuhnya.

Meski tidak banyak yang diketahui, tim Perancis ini memiliki hipotesis.
Tebakan terbaik para peneliti adalah getaran anomali ini berkaitan dengan aktivitas gunung berapi.

Kemungkinan fenomena aneh ini karena pergerakan magma yang sangat besar di Samudra Hindia.

Jika hipotesis ini benar, maka hal tersebut menjelaskan beberapa fenomena bahwa kepulauan Mayotte sedang bergerak.

Dalam pembacaan GPS, sejak Juli lalu (setelah rangkaian gempa misterius), kepulauan Mayotte bergeser sekitar 60 mm ke arah timur dan 30 mm ke selatan.

Menurut analisis, pergerakan itu disebabkan oleh pengosongan waduk magma di dekatnya. Meski begitu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memverifikasi hal ini.

"Oleh karena itu, pengamatan ini mendukung hipotesis kombinasi tektonik dan efek vulkanik yang menjelaskan fenomena geologis yang melibatkan urutan seismik dan fenomena vulkanik," jelas pihak BRGM.

"Hipotesis ini perlu dikonfirmasi oleh penelitian ilmiah di masa depan," tegas mereka.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X