Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar, Ini Sebabnya Menurut PVMBG

Kompas.com - 25/11/2018, 11:01 WIB
Puncak Gunung Merapi pasca meletus, Jumat (1/6/2018), pukul 08.20 WIB, dilihat dari objek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, atau sekitar 8 kilometer dari puncak. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Puncak Gunung Merapi pasca meletus, Jumat (1/6/2018), pukul 08.20 WIB, dilihat dari objek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, atau sekitar 8 kilometer dari puncak.

KOMPAS.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) menyatakan gunung Merapi berstatus level II atau waspada. Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar ke arah hulu kali Gendol, pada Jumat (23/11/2018).

"Guguran lava sebanyak empat kali mengarah ke bukaan kawah, hulu Kali Gendol," tulis BPPTKG dalam akun Twitter resminya, Sabtu (24/11/2018).

BPPTKG menambahkan, jarak luncur guguran maksimal 300 meter terjadi pada pukul 19.05 WIB. "Intensitas guguran rendah dengan potensi material yang kecil sehingga belum membahayakan penduduk."

Hal ini sebenarnya disebabkan oleh pertumbuhan kubah lava yang dimulai sejak 22 Agustus 2018 lalu. Di mana gugurannya dominan mengarah ke barat laut dalam area kawah.

Baca juga: Soputan dan Gamalama Erupsi, Apa Gempa dan Letusan Gunung Menular?

Berkaitan dengan hal ini, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan guguran lava itu muncul karena gunung Merapi sedang memasuki fase erupsi efusif.

"Jadi ada pembentukan kubah lava di dalam kawah dan sekarang (volume kubah lava) sudah sekitar 300 ribuan meter kubik. Itu masih kecil dibanding total volume kawah (yang mencapai 10 juta meter kubik)," ujar Kasbani dihubungi Kompas.com, Minggu (25/11/2018).

Fase erupsi efusif inilah yang menyebabkan guguran lava dan gempa.

"(Akan berisiko bahaya) jika sudah tidak stabil dan volume kubah kawah sudah banyak karena (volume kawah) sekitar 10 juta meter kubik," imbuhnya.

Menurut laman ilmugeografi.com, erupsi efusif merupakan erupsi yang terjadi karena letak dapur magma yang dangkal, wolume gas yang kecil, dan juga magma yang bersifat basa.

Material yang akan dikeluarkan dari erupsi ini adalah lava yang mengandung S1O2 yang rendah. Bentuk volkan yang akan dihasilkan berbentuk rounded cone.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X