Kompas.com - 04/10/2018, 19:02 WIB
Letusan stromboli Gunung Soputan dengan estimasi ketinggian 400 m dari puncak, terpantau dari Desa Lobu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). Letusan stromboli tersebut disertai leleran lava pijar ke arah Timur Laut, dengan estimasi jarak luncur 2500 m serta kolom letusan setinggi 2000-3000 m dari puncak. ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONOLetusan stromboli Gunung Soputan dengan estimasi ketinggian 400 m dari puncak, terpantau dari Desa Lobu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). Letusan stromboli tersebut disertai leleran lava pijar ke arah Timur Laut, dengan estimasi jarak luncur 2500 m serta kolom letusan setinggi 2000-3000 m dari puncak.

KOMPAS.com - Setelah gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, banyak gunung api di Indonesia yang aktif dan erupsi. Mulai dari gunung Soputan di Sulawesi Utara, gunung anak Krakatau, dan terbaru erupsi gunung Gamalama di Maluku Utara pada 4 Oktober 2018.

Dari fenomena tersebut, mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya apakah ada hubungannya fenomena di Palu dengan geliat gunung api di Indonesia? Dan, apakah letusan gunung api satu akan memicu letusan lainnya?

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan tidak ada hubungan antara aktivitas gunung api dengan gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

"Enggak ada. Gempa bumi terjadi di Donggala-Sulawesi Tengah, sementara aktivitas gunung api ada di tempat lain yang jauh. Gunung Colo yang ada di pulau Una-una (Sulawesi Tengah) itu yang paling dekat (dengan Palu) saja tidak terpengaruh kok," kata Kasbani dihubungi Kompas.com, Kamis (10/4/2018).

Baca juga: Erupsi Gunung Soputan Sudah Terpantau dari Senin Lalu

Kasbani berkata, gunung api Soputan yang erupsi sejak kemarin (3/10/2018) dan masih terus berlangsung sampai hari ini sebenarnya sudah menunjukkan aktivitas sejak Juli 2018. Ini berarti aktivitas terjadi jauh sebelum gempa Palu dan Lombok.

Lantas, ada apa dengan gunung api di Indonesia?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasbani menjelaskan, gunung api yang erupsi baru-baru ini, sudah menunjukkan peningkatan aktivitas, yakni level II, level III, atau level IV, lebih dulu sebelum terjadi gempa di Lombok dan Palu.

"Aktivitas gunung itu memang sudah di atas normal sebelum gempa," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan ahli vulkanologi Surono. Menurut Surono, gempa bumi memang dapat memengaruhi aktivitas gunung api, tapi tidak semuanya.

Sebagai contoh, gempa Lombok beberapa waktu lalu tidak memengaruhi aktivitas gunung Agung maupun gunung Rinjani. Hal yang sama juga terjadi pada gempa Palu.

Baca juga: Toilet Terbatas, Pengungsi Palu Terancam Wabah Penyakit

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.