Kompas.com - 10/10/2018, 20:25 WIB
Gunung Salak Ehamberg/WikipediaGunung Salak

KOMPAS.com - Darwin Volcanic Ash Recovery Center menerbitkan peringatan soal erupsi Gunung Salak pada Rabu (10/10/2018).

Menurut mereka, tanda erupsi itu berupa asap setinggi 50.000 kaki dari puncak.

Sejauh ini, lembaga itu masih menyatakan bahwa apa yang mereka deteksi mungkin bisa false alarm.

Jika terbukti benar, maka itu akan menjadi erupsi pertama Gunung Dalak dalam 80 tahun.

Baca juga: Soputan dan Gamalama Erupsi, Apa Gempa dan Letusan Gunung Menular?

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, sejauh ini instrumen di pos Gunung Salak belum mendeteksi.

"Tidak kelihatan. Kemudian, di sana tidak ada suara apapun yang terdengar," kata Kepala PVMBG, Kasbani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rekaman seismik tidak menunjukkan itu. Ini terus kami cek lagi tapi belum ada data yang menunjukkan erupsi di sana," imbuhnya.

Dia mengatakan, apa yang dideteksi sebagai erupsi bisa jadi fenomena cuaca.

Baca juga: Tanggapan Lengkap PVMBG soal Isu Erupsi Gunung Salak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.