Mirip Dinosaurus, Reptil 300 Juta Tahun Ini Rupanya Moyang Mamalia - Kompas.com

Mirip Dinosaurus, Reptil 300 Juta Tahun Ini Rupanya Moyang Mamalia

Kompas.com - 22/11/2018, 19:00 WIB
Mirip dinosaurus, reptil tertua ini sebenarnya sepupu jauh hewan herbivora modern. Gordodon kraineri hidup 300 juta tahun yang lalu, jauh sebelum dinosaurus ada. Mirip dinosaurus, reptil tertua ini sebenarnya sepupu jauh hewan herbivora modern. Gordodon kraineri hidup 300 juta tahun yang lalu, jauh sebelum dinosaurus ada.

KOMPAS.com - Sebuah museum di New Mexico baru saja mengumumkan sosok salah satu nenek moyang mamalia dari masa prasejarah dengan bentuk eksentrik. Jangan terkecoh dengan bentuknya yang mirip nenek moyang ayam, yaitu dinosaurus.

Menurut pengumuman Museum Sejarah Alam dan Sains New Mexico (NMMNHS) pada Rabu (21/11/2018), reptil bersirip seperti ilustrasi foto di atas memiliki nama ilmiah Gordodon kraineri.

Ia memiliki sirip dengan tinggi 43 sentimeter yang mengembang, berat 34 kilogram, dan panjang 1,5 meter. Sekitar 300 juta tahun yang lalu selama periode geologis Permian, ia hidup dan berjaya di wilayah Amerika Barat Daya.

Periode Permian berlangsung 300 juta sampai 251 juta tahun lalu, tepat sebelum dinosaurus muncul. Hewan-hewan yang hidup di masa ini dikenal sebagai pelycosaur, dan mereka sebenarnya lebih mirip dengan mamalia seperti kita dibanding T.rex, Triceratops, dan lainnya.

Baca juga: Begini Cara Ilmuwan Menamai Dinosaurus

"G. kraineri termasuk nenek moyang mamalia, kerangkanya lebih dekat dengan (mamalia) kita dibanding dinosaurus," ujar ahli paleontologi sekaligus pemimpin studi Spencer Lucas kepada Live Science melalui email, dilansir Rabu (21/11/2018).

Fosilnya ditemukan di kawasan New Mexico pada maret 2013 oleh kelas geologi Universitas Oklahoma. Setelah mereka menginformasikan hal ini kepada Lucas, ia dan timnya mengumpulkan kerangkanya pada 2013 dan 2014.

Lucas mengatakan, makhluk ini memiliki sejumlah gigi kecil yang kuat. Hal inilah yang kemudian mengilhami nama Gordodon kraineri.

Nama genus diambil dari kata "gordo" bahasa Spanyol yang artinya lemak, dan "odon" berasal dari bahasa Yunani artinya gigi.

Sementara itu, kraineri merupakan nama untuk menghormati Karl Krainer, seorang ahli geologi dari Universitas Innsbruck, Austria, atas kontribusinya pada penemuan geologi dan paleontologi di New Mexico.

Lucas mengatakan, reptil ini memiliki struktur yang sangat maju pada tengkorak, rahang, dan gigi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memakan tanaman tertentu yang bergizi tinggi.

" Reptil herbivora awal lainnya tidak seletif, mereka bisa mengunyah tanaman apa pun yang mereka temui. Namun Gordodon berbeda, ia memiliki beberapa hal yang mirip seperti hewan modern, seperti kambing dan rusa," katanya.

Sampai saat ini, hewan tertua yang memiliki gigi mirip G. kraineri ditemukan berasal dari 205 juta tahun yang lalu, atau dari masa Trias akhir.

"Gordodon kraineri memperluas jenis herbivora selama 95 juta tahun," imbuhnya.

Baca juga: Ditemukan, Spesies Dinosaurus Tangguh yang Hidup di Lingkungan Ekstrem

Dalam laporan yang terbit di jurnal Palaeontologia Electronica edisi November, temuan reptil bergigi lemak ini memperbaiki pemahaman paleontolog tentang sejarah awal reptil herbivora.

Namun apa fungsi sirip pada punggungnya masih menjadi misteri.

"Dugaan kami, sirip di punggungnya digunakan untuk termoregulasi. Hewan itu memompa darah ke sirip yang meningkatkan aliran darah sehingga darah bisa lebih cepat didinginkan atau dipanaskan. Tapi ini masih belum pasti," ujarnya.



Close Ads X