Kabar Baik, Ilmuwan Temukan Populasi Beruang Kutub Baru yang Sehat

Kompas.com - 16/11/2018, 19:34 WIB
Ilustrasi beruang kutub. DAILY MIRROR / GETTYIlustrasi beruang kutub.

KOMPAS.com – Ketika berbicara mengenai perubahan iklim, salah satu spesies yang disebut-sebut paling terdampak adalah beruang kutub.

Fakta tersebut memang didukung oleh video viral yang menampilkan seekor beruang kutub mencari makan di tempat sampah dan studi pada bulan Februari di jurnal Science yang menyebutkan bahwa beruang kutub terancam kelaparan karena perubahan iklim.

Namun, bukan berarti beruang kutub tidak punya harapan sama sekali. Sebuah survei baru menunjukkan bahwa pada beberapa bagian di Arktika, kondisi populasi beruang kutub tidak separah yang kita bayangkan selama ini.

Bahkan, sebuah populasi baru yang ditemukan di Lautan Chukchi, antara Alaska dan Rusia, kini dalam keadaan sehat dan sedang berkembang.

Baca juga: Beruang Kutub Pertama yang Lahir di Area Tropis Disuntik Mati Hari Ini

Pakar biologi Eric Regehr dari Polar Science Center di University of Washington mengatakan, hilangnya es lautan akibat perubahan iklim tetap menjadi ancaman paling utama bagi spesies ini, tetapi seperti yang ditunjukkan dalam studi, ada variasi di mana dan kapan efek menghilangnya es laut muncul.

“Beberapa subpopulasi memang menurun, tetapi lainnya masih baik-baik saja,” ujarnya.

Hasil survei Regehr menunjukkan bahwa ada setidaknya 3.000 individu dalam subpopulasi Lautan Chukchi dengan angka kelahiran dan keselamatan anak yang baik. Kondisi ini, menurut para peneliti, disebabkan oleh keragaman spesies di Lautan Chukchi.

Regehr berkata bahwa mayoritas Lautan Chukchi dangkal dan kaya akan nutrisi karena airnya datang dari Pasifik. Hal ini membuat Lautan Chukchi sangat cocok untuk ditinggali oleh berbagai hewan liar, termasuk anjing laut yang merupakan salah satu makanan utama beruang kutub.

Baca juga: Beruang Kutub Alami Bencana Kelaparan karena Pemanasan Global

Pada musim panas ketika es laut paling sedikit dalam setahun, arus lautan juga membawa bangkai paus ke daratan yang memberi makan beruang kutub-beruang kutub di wilayah ini.

Meski demikian, bukan berarti bahwa beruang kutub Lautan Chukchi benar-benar tidak terdampak oleh perubahan iklim.

Walaupun jumlah populasi mereka antara tahun 2008 hingga 2016 tidak jauh berbeda dengan 25 tahun yang lalu, waktu yang mereka habiskan di es laut berkurang hingga sebulan. Padahal, es laut merupakan habitat mereka untuk berburu, bermigrasi, dan beranak.

Regehr mengatakan, temuan ini adalah kabar baik untuk saat ini, tetapi bukan berarti beruang-beruang di Lautan Chukchi tidak akan terimbas oleh hilangnya es.

Beruang kutub butuh es untuk memburu anjing laut, dan es diproyeksikan akan terus berkurang hingga akar masalah perubahan iklim diselesaikan,” katanya.

Temuan Regehr dan kolega telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X