Beruang Kutub Alami Bencana Kelaparan karena Pemanasan Global

Kompas.com - 03/02/2018, 20:07 WIB
Beruang Kutub Kelaparan livescienceBeruang Kutub Kelaparan
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com --  Beruang kutub merupakan spesies sentinel ketika mereka berhadapan dengan pemanasan global. Bergantung pada laut yang tertutup es untuk berburu dan berkembang biak, mereka sangat rentan ketika habitatnya menyusut.

Dalam studi baru yang dirilis Kamis, (2/2/2018) di jurnal Science, para peneliti dari US Geological Survey dan lembaga lainnya melacak sembilan beruang kutub betina ketika mereka menjelajahi lautan es di Laut Beaufort.

Beruang kutub tersebut dipakaikan ikat leher yang bisa merekam, serta mendata lokasi dan aktivitas mereka selama dua minggu. Para peneliti juga menggunakan alat pelacak untuk membaca penggunaan energi beruang.

Data yang dikumpulkan tim menggambarkan bahwa banyak beruang mengalami defisit energi. Mereka membakar lebih banyak energi daripada yang diserap dari mangsa, seperti anjing laut bercincin, dan memiliki metabolisme lebih tinggi daripada yang diasumsikan.

Baca juga : Viral Video Beruang Kutub Cari Makan di Tempat Sampah, Fenomena Apa?

Pasalnya, penyusutan es memaksa mereka untuk berenang dan berjalan lebih jauh untuk mencari makanan.

Para peneliti memperkirakan bahwa beruang kutub membutuhkan lebih dari 12.000 kalori per hari, atau setidaknya satu anjing laut bercincin setiap 10-12 hari, ketika berada di lautan es. Tingkat metabolisme lapangan ini rata-rata 50 persen lebih tinggi daripada prediksi penelitian sebelumnya.

Lima dari sembilan beruang yang diteliti kehilangan massa tubuh selama penelitian berlangsung. Padahal, ini adalah periode di mana beruang kutub seharusnya menangkap sebagian besar mangsa dan menaikkan berat badan.

Ini jelas kabar buruk bagi spesies tersebut. Sebab, ini berarti beruang kutub sudah kesulitan pada musim semi dan panas, sebelum waktunya berhibernasi pada musim dingin.

Baca juga : Gara-gara Perubahan Iklim, Beruang Pun Terpaksa Jadi Vegetarian

“Sebagai binatang yang mendiami kawasan terpencil, informasi perilaku dan pola aktivitas para beruang di lautan es sangat terbatas. Secara khusus, studi ini menyediakan perhitungan kuantitatif tentang permintaan energi hewan ini saat bergerak bebas di lautan es,” kata Anthony Pagano, salah satu penulis studi ini sekaligus peneliti satwa liar di US Geological Survey.

Pagano menambahkan, perubahan massa tubuh yang ditemukan juga menyoroti kekayaan dan kekurangan hidup hewan ini. Ketika beruang berhasil menangkap anjing laut, berat badan 3 dari 4 beruang naik 10 persen. Namun saat mereka gagal, 4 dari 5 beruang kehilangan hampir 10 persen dari massa tubuh, atau sekitar 18 kilogram.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber MASHABLE
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X