Pemanasan Global, Tambang Tua Bisa Diubah jadi Hutan Pengisap Karbon

Kompas.com - 16/11/2018, 17:00 WIB
Jembatan Capilano Suspension dibangun setinggi 230 dari dasar Sungai Capilano yang berkelok-kelok. Sementera panjang jembatan ini membentang 450 kaki membelah hutan cemara di Canadian Rockies. The Huffington PostJembatan Capilano Suspension dibangun setinggi 230 dari dasar Sungai Capilano yang berkelok-kelok. Sementera panjang jembatan ini membentang 450 kaki membelah hutan cemara di Canadian Rockies.


KOMPAS.com - Laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim menyatakan, dibutuhkan langkah-langkah dramatis untuk menghindari tingkat pemanasan global yang berpotensi bencana.

Menurut para pakar, alam menyediakan beberapa cara terbaik untuk menyerap karbon dioksida, yang menyebabkan pemanasan bumi dari atmosfer. Salah satu caranya adalah memulihkan hutan.

Di West Virginia, ada deretan tambang batubara yang mencemari bumi. Kini, para pakar sedang berusaha memulihkan lokasi itu menjadi hutan yang dulu menutupi kawasan pegunungan Appalachian di Amerika.

Jauh di dalam Hutan Nasional Monongahela di West Virginia terdapat hutan perawan yang langka.

Baca juga: Ilmuwan Waspadai Ledakan Populasi Tikus akibat Perubahan Iklim

"Tinggal di pantai timur Amerika, hanya sedikit tempat yang belum dijamah manusia," ujar Shane Jones, seorang pakar biologi dari Dinas Kehutanan Amerika.

Itu kabar yang baik karena hutan cemara merah seperti itu sangat bagus untuk menyerap karbon dioksida, penyebab memanasnya suhu bumi dari atmosfer dan menguncinya di dalam tanah.

"Lihat semua bahan organik ini? Warnanya hitam karena kadar karbon yang dikandungnya sangat tinggi," lanjutnya.

Sudah 90 persen hutan cemara merah hilang dari Pegunungan Appalachia akibat penebangan dan penambangan batu bara.

Pembakaran batu bara untuk energi semakin menumpuk karbon dioksida di atmosfer. Kala suhu bumi semakin panas, kebutuhan kita agar hutan mengenyahkan CO2 semakin mendesak.

Chris Barton dari University of Kentucky mengatakan hutan tropis mendapat perhatian paling besar.

"Tetapi di daerah beriklim sedang di dunia, di Appalachia, empat jam dari Washington, DC, terdapat miliaran pohon yang berpotensi kita tanam," ujar Barton.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X