Orang Bertubuh Tinggi Lebih Berisiko Kena Kanker, Kok Bisa? - Kompas.com

Orang Bertubuh Tinggi Lebih Berisiko Kena Kanker, Kok Bisa?

Kompas.com - 07/11/2018, 19:04 WIB
Ilustrasi kankerBet_Noire Ilustrasi kanker

KOMPAS.com - Sebuah studi menemukan jika semakin tinggi badan Anda, maka semakin besar juga risiko untuk terkena kanker.

Hubungan antara tinggi badan dengan risiko kanker ini sebenarnya bukan hal yang baru dan sudah diselidiki sejak tahun 1950-an. Namun gagasan ini kemudian kembali diselidiki oleh ahli biologi evolusi dari University of California, Riverside, Leonard Nunney.

Penelitian yang kemudian diterbitkan pada Rabu (24/10/2018) di jurnal Proceedings of the Royal Society B ini mengungkapkan bahwa setiap tambahan 10 sentimeter tinggi badan berhubungan dengan 10 persen peningkatan risiko kanker.

Penjelasannya bisa dibilang sederhana, orang yang lebih tinggi memiliki lebih banyak sel di tubuh mereka.

"Jadi semakin banyak sel, semakin tinggi tingkat mutasi dan semakin tinggi peluang salah satu mutasi akan menyebabkan kanker," kata Nunney.

Baca juga: Tanaman Herbal, Bisakah Disebut Mampu Menyembuhkan Kanker?

Kanker sendiri merupakan hasil mutasi pada DNA sel tunggal. Salah satu yang menyebabkan mutasi itu adalah ketika sel-sel di tubuh membelah berkali-kali sepanjang hidup seseorang. Beberapa mutasi tidak berbahaya, tetapi beberapa dapat menyebabkan pembelahan yang di luar kendali.

Hasil penelitian ini berdasarkan analisis data dari empat penelitian berskala besar berjumlah ratusan ribu pasien kanker. Nunney meneliti 23 jenis kanker pada pria dan wanita dan menemukan korelasi kuat antara tinggi badan dan risiko untuk 14 jenis kanker.

Studi menemukan bahwa terutama untuk kanker tiroid dan kulit, hubungannya dengan tinggi badan lebih banyak dibandingkan dengan jenis kanker lainnya.

Meski begitu, tetap ada variabel lain yang berperan, seperti jenis kelamin dan kebangsaan. Misalnya, wanita Korea yang bertubuh tinggi mungkin memiliki risiko kanker tiroid yang lebih besar dibandingkan dengan wanita bertubuh pendek dari kebangsaan lain.

Namun untuk beberapa jenis kanker, khususnya pankreas, esofagus, perut dan mulut, peneliti tidak menemukan hubungan antara tinggi badan dan risiko kanker.

"Kami hanya bisa berspekulasi, mengapa risiko keempat kanker itu tidak terkait dengan tinggi badan. Salah satunya bisa saja berkaitan dengan pengaruh lingkungan yang siginifikan. Misalnya, kanker mulut berkaitan dengan konsumsi alkohol dan merokok," kata Nunney.

Baca juga: Awas, Kandungan Kosmetik Ini Terkait dengan Kanker Payudara

Sementara itu, risiko kanker kulit mungkin lebih tinggi pada orang dengan tingkat hormon pertumbuhan IGF-1 yang lebih tinggi.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat IGF-1 yang lebih tinggi. Dan ada data yang menunjukkan bahwa memiliki tingkat IGF-1 yang lebih tinggi di usia dewasa mengarah pada pembelahan sel yang lebih cepat," jelas Nunney lagi.

Sementara itu pada dunia hewan, ukuran badan tidak melulu berarti berpotensi lebih rentan terkena kanker. Spesies besar seperti ikan paus dan gajah faktanya bisa hidup lebih lama daripada hewan yang lebih kecil. Hal ini tentunya merupakan hal yang menarik untuk dipelajari.

"Tampaknya, selama evolusi hewan yang lebih besar telah mengembangkan lapisan tambahan penangkal kanker. Jika kita menemukan cara kerja lapisan tambahan ini, kita mungkin bisa memanfaatnya," pungkas Nunney.



Close Ads X